Akbar: Mungkin Hatta Tidak Happy

Senin, 28 Juni 2010 | 08:15 WIB
BS
B
Penulis: Bagus Supriyatno | Editor: B1

Digulirkannya wacana konfederasi politik dengan beberapa partai oleh Partai Amanat Nasional dinilai sebagai sikap ketidakpuasan PAN terhadap keberadaan Setgab partai koalisi yang diketuai Aburizal Bakrie.

Apalagi, wacana konfederasi itu muncul, selama ini selalu diposisikan sebagai koordinator koalisi adalah Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa, dan Setgab yang kemudian terbentuk tak jelas aturan mainnya.
 
"Mungkin saja PAN kecewa. Mungkin ada perasaan kurang happy , sehingga muncul gagasan konfederasi," kata Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Akbar Tandjung kepada wartawan beritasatu.com saat dihubungi lewat telepon.

Gagasan konferderasi politik dilontarkan Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto Sabtu pekan lalu, saat acara diskusi di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta.
 
Gagasan itu menurut Bima, lebih jelas dan kongkrit ketimbang Setgab yang tak jelas aturan mainnya.

PAN bahkan, sudah merintis itu dengan empat partai lainnya.
 
"Konfederasi itu bukan meleburkan partai. Tapi tetap menjaga karakteristik partai, tapi kalau maju dalam pemilu dalam satu bendera," kata Bima.

Dia menjelaskan wacana konfederasi itu, bukan saja akan dibicarakan di Setgab, sebab PAN adalah bagian dari itu melainkan juga akan diperjuangkan dalam revisi undang-undang pemilu yang akan datang.
 
Wacana konfederasi itu menuru Bima akan menolong partai-partai kecil yang potensial tersingkir bila kenaikan ambang batas yang diusulkan Golkar benar-benar masuk dalam revisi undang-undang pemilu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon