OPM Kembali Lakukan Kontak Senjata di Lany Jaya
Senin, 3 Desember 2012 | 10:48 WIB
Dari info yang diperoleh oleh wartawan, dalam kontak tembak tersebut menyebabkan seorang warga sipil tewas.
Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Lany Jaya, Purom Wenda, mengaku telah melakukan kontak senjata dengan aparat sekitar satu jam hari ini.
"Ya tadi kami baru baku tembak dengan keamanan," ujar Purum Wenda kepada wartawan via telepon, Senin (3/12) pagi, pukul 9.45 WIT.
Purom Wenda mengaku dialah yang melakukan penyerangan dan penembakan di Polsek Pirime, Jalan Wijawaro Nomor 1, Kabupaten Lany Jaya.
Penyerangan kepada polisi oleh sekitar 50-an anggota TPN-OPM pada Selasa (27/11) pagi menewaskan tiga aparat.
Mereka adalah Kapolsek Porime Rofli Takubessy ditemukan meninggal di kamar. Ia dianiyaya lalu tangannya dipotong kemudian dibakar dalam Polsek.
Brigadir Satu Daniel Makuker ditembak dan ditemukan dalam kantor Polsek. Lalu Brigadir Jefri Rumkorem ditemukan di bawah tiang bendera yang ditembaki. Dugaannya ia ditembak usai menaikkan bendera Merah Putih.
Kabid Humas Polda Papua, AKBP. I Gede Sumerta Jaya, saat dikonfirmasi oleh wartawan, mengaku mendengar ada kontak tembak.
"Saya telah mendengar hal itu, ini saya akan cek kesana,"ujarnya.
Dari info yang diperoleh oleh wartawan, dalam kontak tembak tersebut menyebabkan seorang warga sipil tewas.
Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Lany Jaya, Purom Wenda, mengaku telah melakukan kontak senjata dengan aparat sekitar satu jam hari ini.
"Ya tadi kami baru baku tembak dengan keamanan," ujar Purum Wenda kepada wartawan via telepon, Senin (3/12) pagi, pukul 9.45 WIT.
Purom Wenda mengaku dialah yang melakukan penyerangan dan penembakan di Polsek Pirime, Jalan Wijawaro Nomor 1, Kabupaten Lany Jaya.
Penyerangan kepada polisi oleh sekitar 50-an anggota TPN-OPM pada Selasa (27/11) pagi menewaskan tiga aparat.
Mereka adalah Kapolsek Porime Rofli Takubessy ditemukan meninggal di kamar. Ia dianiyaya lalu tangannya dipotong kemudian dibakar dalam Polsek.
Brigadir Satu Daniel Makuker ditembak dan ditemukan dalam kantor Polsek. Lalu Brigadir Jefri Rumkorem ditemukan di bawah tiang bendera yang ditembaki. Dugaannya ia ditembak usai menaikkan bendera Merah Putih.
Kabid Humas Polda Papua, AKBP. I Gede Sumerta Jaya, saat dikonfirmasi oleh wartawan, mengaku mendengar ada kontak tembak.
"Saya telah mendengar hal itu, ini saya akan cek kesana,"ujarnya.
Dari info yang diperoleh oleh wartawan, dalam kontak tembak tersebut menyebabkan seorang warga sipil tewas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




