Arema Takkan Lepas Safee Sali
Rabu, 5 Desember 2012 | 09:31 WIB
Striker Timnas Malaysia itu akan tetap memperkuat Arema Indonesia musim depan.
CEO Arema Indonesia Iwan Budianto menegaskan penyerang Arema asal Malaysia Safee Sali tidak dijual ke klub lain, namun hanya dipinjamkan sementara.
"Safee Sali tetap milik Arema. Statusnya sekarang memang masih dipinjamkan ke salah satu klub di Malaysia, yakni Johor FC Darul Takzim dengan durasi waktu selama satu tahun," kata Iwan Budianto di Malang, hari ini, Rabu (5/12).
Ia mengakui, sebelumnya manajemen berharap Safee Sali bisa memperkuat Arema di ajang Inter Island Cup (IIC) 2012 yang dihelat mulai Sabtu (8/12) mendatang. Namun, Safee harus memperkuat Timnas Malaysia di Piala AFF 2012.
Oleh karena itu, tegasnya, setelah mempertimbangkan matang-matang akhirnya manajemen dan pelatih sepakat untuk meminjamkan Safee Sali ke Johor FC. Apalagi, posisi penyerang lokal yang dimiliki Arema cukup banyak dan berpotensi, seperti Sunarto, Dendy Santoso dan Qischil Gandrumminny.
Selain itu, lanjutnya, deretan penyerang Arema juga masih diperkuat oleh penyerang asing Alberto Goncalves dan pemain naturalisasi Greg Nwokolo.
Di samping pertimbangan banyaknya deretan penyerang, katanya, keterlambatan Safee Sali bergabung di persiapan tim juga menjadi salah satu alasan dipinjamkannya pemain Timnas Malaysia tersebut.
Ia mengakui, manajemen juga banyak mendapat masukan dari Aremania (suporter Arema) agar pelatih lebih banyak memberikan kesempatan pada para penyerang lokal, apalagi dalam sejumlah uji coba para pemain lokal tersebut juga menunjukkan perkembangan cukup signifikan.
Meski tanpa Safee Sali, tegas Iwan, daya gedor lini depan Arema akan tetap membahayakan lawan-lawannya, sebab Arema masih memiliki sederet penyerang yang cukup tangguh dan berkualitas.
"Arema musim depan memang dibentuk dari dua karakter klub yang berbeda, yakni Arema dan Pelita Jaya. Namun, kami jamin jiwa Singo Edan Arema akan tetap menyatu di tubuh Arema," tegasnya.
Sebelumnya juga muncul wacana penggabungan Arema Indonesia dengan Pelita Jaya Karawang, bahkan sudah melakukan latihan bersama selama sekitar dua bulan, namun akhirnya diurungkan dan tetap menjadi Arema Indonesia.
Sedangkan Pelita Jaya akhirnya dibeli oleh Bandung Raya dan berubah nama menjadi Pelita Bandung Raya.
CEO Arema Indonesia Iwan Budianto menegaskan penyerang Arema asal Malaysia Safee Sali tidak dijual ke klub lain, namun hanya dipinjamkan sementara.
"Safee Sali tetap milik Arema. Statusnya sekarang memang masih dipinjamkan ke salah satu klub di Malaysia, yakni Johor FC Darul Takzim dengan durasi waktu selama satu tahun," kata Iwan Budianto di Malang, hari ini, Rabu (5/12).
Ia mengakui, sebelumnya manajemen berharap Safee Sali bisa memperkuat Arema di ajang Inter Island Cup (IIC) 2012 yang dihelat mulai Sabtu (8/12) mendatang. Namun, Safee harus memperkuat Timnas Malaysia di Piala AFF 2012.
Oleh karena itu, tegasnya, setelah mempertimbangkan matang-matang akhirnya manajemen dan pelatih sepakat untuk meminjamkan Safee Sali ke Johor FC. Apalagi, posisi penyerang lokal yang dimiliki Arema cukup banyak dan berpotensi, seperti Sunarto, Dendy Santoso dan Qischil Gandrumminny.
Selain itu, lanjutnya, deretan penyerang Arema juga masih diperkuat oleh penyerang asing Alberto Goncalves dan pemain naturalisasi Greg Nwokolo.
Di samping pertimbangan banyaknya deretan penyerang, katanya, keterlambatan Safee Sali bergabung di persiapan tim juga menjadi salah satu alasan dipinjamkannya pemain Timnas Malaysia tersebut.
Ia mengakui, manajemen juga banyak mendapat masukan dari Aremania (suporter Arema) agar pelatih lebih banyak memberikan kesempatan pada para penyerang lokal, apalagi dalam sejumlah uji coba para pemain lokal tersebut juga menunjukkan perkembangan cukup signifikan.
Meski tanpa Safee Sali, tegas Iwan, daya gedor lini depan Arema akan tetap membahayakan lawan-lawannya, sebab Arema masih memiliki sederet penyerang yang cukup tangguh dan berkualitas.
"Arema musim depan memang dibentuk dari dua karakter klub yang berbeda, yakni Arema dan Pelita Jaya. Namun, kami jamin jiwa Singo Edan Arema akan tetap menyatu di tubuh Arema," tegasnya.
Sebelumnya juga muncul wacana penggabungan Arema Indonesia dengan Pelita Jaya Karawang, bahkan sudah melakukan latihan bersama selama sekitar dua bulan, namun akhirnya diurungkan dan tetap menjadi Arema Indonesia.
Sedangkan Pelita Jaya akhirnya dibeli oleh Bandung Raya dan berubah nama menjadi Pelita Bandung Raya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




