Terancam Dibekukan, PSSI Minta Diperlakukan Adil
Rabu, 5 Desember 2012 | 16:28 WIB
FIFA mengirimkan surat yang mempertanyakan situasi PSSI kepada Menteri Pemuda dan Olahraga.
Di tengah kemelut yang berlangsung antara dua kubu organisasi sepakbola di Indonesia, PSSI (Persatuan Sepak bola Indonesia) dan KPSI (Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia), organisasi tertinggi sepakbola dunia FIFA mengirimkan surat kepada Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.
Surat tersebut menanyakan situasi terakhir persepakbolaan tanah air. Bahkan, kabarnya PSSI berpeluang terkena sanksi pembekuan dari FIFA karena tak terselesaikannya kisruh antara KPSI dan PSSI tersebut.
"Ada peluang PSSI di-ban. PSSI heran karena sebagai anggota resmi FIFA dan kita diganggu orang luar, FIFA malah ingin mem-ban kita. Kita berharap FIFA fair bisa lihat kondisi nyata di Indonesia. PSSI tidak melanggar satu pasal pun, kita juga dukung penyelesaian masalah," tegas Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.
Pernyataan tersebut dilontarkan Djohar saat memenuhi panggilan Menpora ke kantornya terkait surat tersebut, Rabu (5/12).
Djohar juga menyayangkan adanya upaya-upaya dari pihak-pihak tertentu yang justru ingin mengambil keuntungan dari situasi keruh seperti sekarang.
"Pihak lain (diluar PSSI), ingin MoU (Memorandum of Understanding) penyelesaian masalah, justru untuk mengambilalih kekuasaan," tuding Djohar.
Lebih lanjut Djohar berharap melalui pertemuan yang juga menyertakan pihak KPSI ini, mereka dapat menyamakan persepsi untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia.
Dalam pertemuan ini, Djohar didampingi oleh Bob Hippy dan Sekretaris Jenderal Halim Mafhudz.
Sementara itu dari pihak KPSI diwakili oleh Ketua Umum-nya La Nyalla Matalitti, Djoko Driyono, dan Jamal Aziz.
Di tengah kemelut yang berlangsung antara dua kubu organisasi sepakbola di Indonesia, PSSI (Persatuan Sepak bola Indonesia) dan KPSI (Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia), organisasi tertinggi sepakbola dunia FIFA mengirimkan surat kepada Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.
Surat tersebut menanyakan situasi terakhir persepakbolaan tanah air. Bahkan, kabarnya PSSI berpeluang terkena sanksi pembekuan dari FIFA karena tak terselesaikannya kisruh antara KPSI dan PSSI tersebut.
"Ada peluang PSSI di-ban. PSSI heran karena sebagai anggota resmi FIFA dan kita diganggu orang luar, FIFA malah ingin mem-ban kita. Kita berharap FIFA fair bisa lihat kondisi nyata di Indonesia. PSSI tidak melanggar satu pasal pun, kita juga dukung penyelesaian masalah," tegas Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.
Pernyataan tersebut dilontarkan Djohar saat memenuhi panggilan Menpora ke kantornya terkait surat tersebut, Rabu (5/12).
Djohar juga menyayangkan adanya upaya-upaya dari pihak-pihak tertentu yang justru ingin mengambil keuntungan dari situasi keruh seperti sekarang.
"Pihak lain (diluar PSSI), ingin MoU (Memorandum of Understanding) penyelesaian masalah, justru untuk mengambilalih kekuasaan," tuding Djohar.
Lebih lanjut Djohar berharap melalui pertemuan yang juga menyertakan pihak KPSI ini, mereka dapat menyamakan persepsi untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia.
Dalam pertemuan ini, Djohar didampingi oleh Bob Hippy dan Sekretaris Jenderal Halim Mafhudz.
Sementara itu dari pihak KPSI diwakili oleh Ketua Umum-nya La Nyalla Matalitti, Djoko Driyono, dan Jamal Aziz.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




