Pemerintah Antisipasi Kemungkinan Sanksi FIFA

Senin, 10 Desember 2012 | 17:54 WIB
DS
B
Penulis: Didit Sidarta | Editor: B1
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono (SP Foto)
Kepastian sanksi kepada Indonesia akan diputuskan FIFA yang akan menggelar pertemuan 14 Desember nanti di Tokyo, Jepang.

Pemerintah akan membahas sejumlah kebijakan untuk mengatisipasi sanksi FIFA kepada Indonesia yang tidak menjalankan amanat menggelar kongres sesuai nota kesepahaman Kuala Lumpur 2012.

"Kami sudah berusaha mencegah sanksi terhadap sepak bola Indonesia. Kalau itu benar terjadi kami akan mempersiapkan diri dengan membahas sejumlah kebijakan," kata pejabat sementara Menteri Pemuda dan Olahraga, Agung Laksono, di kantornya, Jakarta, hari ini.

Kebijakan yang dimaksudkan pemerintah belum dapat disampaikan karena masih dalam tahap pembahasan.

Kepastian sanksi kepada Indonesia akan diputuskan FIFA yang akan menggelar pertemuan 14 Desember nanti di Tokyo, Jepang.

"Pemerintah berharap tidak ada sanksi untuk Indonesia. Kami sudah mengupayakan kongres diikuti oleh peserta berdasar MoU Kuala Lumpur tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dua kubu (PSSI dan KPSI) tetap bersikukuh dengan keputusan menggelar kongres versi mereka masing-masing," katanya.

PSSI melangsungkan kongres di Palangkaraya meski tidak mengikutsertakan pemilih Kongres Luar Biasa (KLB) Solo.

Kongres Palangkaraya itu terpaksa dilakukan di lobi hotel karena kepolisian setempat mencabut izin kongres PSSI, Djohar Arifin, dengan menyegel ruang yang akan dipakai oleh peserta.

Pencabutan izin tindakan lanjutan dari instruksi pemerintah kepada kepolisian setempat. Kempora menganggap PSSI Palangkaraya melanggar MoU antara PSSI dan KPSI.

Kongres tersebut memutuskan pembatalan Komite Bersama (JC) dan MoU Kuala Lumpur 2012. Alasannya adalah JC tidak dapat mencegah KPSI melakukan pelanggaran dengan membentuk tim nasional tandingan dan menahan pemain Liga Super Indonesia bergabung ke skuad Garuda.

Kongres KPSI
Kongres KPSI La Nyalla Mattalitti berlangsung lancar menelurkan keputusan penyelesaian dualisme kompetisi dengan melahirkan kompetisi baru. Selain itu terjadi sesepakatan usulan pembentukan liga baru yang akan dimulai pada 2015.

Pemerintah tidak memihak salah satu kubu tapi justru PSSI dan KPSI mengingkari MoU yang sudah mereka setujui pada 20 September 2012.

Agung mengatakan hanya dua kubu tersebut yang dapat menetukan nasib Indonesia ke depan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon