Ponaryo Bawa Sriwijaya FC ke Semifinal Inter Island
Rabu, 12 Desember 2012 | 00:10 WIB
Eksekusi penalti dari Ponaryo Astaman membuat Sriwijaya FC menang tipis 1-0 atas Persita Tangerang.
Gol Ponaryo Astaman melalui titik putih meloloskan Sriwijaya Football Club ke semifinal Inter Island Cup 2012, setelah Laskar Wong Kito mengalahkan Persita Tanggerang 1-0.
Hasil ini membuat Sriwijaya menjadi pemuncak Grup A, Inter Island Cup dan berhak melaju ke semifinal.
Pada awal babak pertama, Sriwijaya FC langsung menekan jantung pertahanan Persita Tangerang.
Beberapa peluang tercipta melalui dua penyerang Laskar Wong Kito Fahruddin dan Han Sang Ming yang menusuk dari sektor sayap namun mampu digagalkan pemain belakang Persita.
Menit ke-14, striker Sriwijaya FC Han Sang Min menerobos dari sayap kanan dan melepaskan umpan silang ke kotak penalti, namun bola yang melesat cepat tak mampu disundul Fahruddin meski berdiri tanpa pengawalan lawan.
Hanya berselang satu menit, giliran Persita mengejutkan benteng pertahanan Sriwijaya FC dengan menerapkan strategi serangan balik.
Alur bola yang cepat tidak mampu dipotong pemain belakang Laskar Wong Kito. Namun kesigapan penjaga gawang Rivky Mokodompit dalam memblok berhasil mengamankan gawang Sriwijaya FC.
Persita yang tertekan berupaya merapatkan barisan untuk mementahkan sejumlah peluang emas Laskar Wong Kito.
Strategi itu terbilang berhasil mengingat hingga pengujung babak, tim tuan rumah selalu gagal mengubah peluang emas menjadi gol.
Hingga turun minum skor 0-0 tetap bertahan bagi kedua tim.
Sementara, sepanjang babak pertama itu, wasit hanya mengeluarkan satu kartu kuning kepada Imanuel Fadwa pada menit 26 setelah menjegal Dominggus Fakdawer.
Memasuki babak kedua, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengubah komposisi pemain dengan menarik Fahruddin dan memasukkan Tantan.
Berupaya memecah kebuntuan, kedua tim memilih bermain keras. Wasit terpaksa merogoh kartu kuning untuk Dominggus Fakdawer setelah aksinya membuang bola ke arah penonton dipandang tidak sportif.
Menit ke-70, pemain belakang Sriwijaya FC Diogo menerobos pertahanan Persita, namun pergerakan pemain kewarganegaraan Timur Leste itu terhenti setelah kalah beradu duel dengan penjaga gawang.
Tak mau ketinggalan, giliran pemain depan Persita Sirvi yang bergerak cepat ke arah mulut gawang. Namun, akselerasinya mampu diamankan barisan pemain belakang tim tuan rumah.
Pada penghujung babak, Sriwijaya FC nyaris unggul setelah Abdul Rahman memenangkan duel bola atas dengan penjaga gawang, namun bola melambung tipis di atas mistar.
Pada massa pengujung injury time menit ke-94, gelandang Persita Rio Ramandika melakukan kesalahan fatal, terkena handsball di area kotak penalti. Meski mendapat protes keras pemain Persita, wasit tetap memberikan hadiah penalti kepada Sriwijaya FC.
Ponaryo Astaman yang bertindak sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugas dan membawa Sriwijaya FC menjadi wakil grup A ke babak empat besar IIC.
Kemenangan Laskar Wong Kito itu langsung disambut suka cita ribuan penonton yang memadati stadion.
Pelatih Kas Hartadi mengatakan sejak awal tim tampil menyerang namun selalu gagal karena lawan menerap strategi bertahan.
"Lawan bertahan total karena hanya berharap seri, sehingga kesulitan untuk menerobos. Apalagi mereka bermain tidak sportif seperti banyak pemain yang mudah terjatuh," katanya.
Menurut mantan pemain Tim Nasional ini persaingan pada semifinal akan berlangsung ketat mengingat akan bercokol tim-tim besar.
"Target awal sudah tercapai yakni lolos grup, ke depan harus tembus final," katanya.
Sementara pelatih Persita Elly Idris memilih menolak menghadiri acara pemberian keterangan pers seusai pertandingan dengan alasan kecewa atas kepemimpinan wasit.
Gol Ponaryo Astaman melalui titik putih meloloskan Sriwijaya Football Club ke semifinal Inter Island Cup 2012, setelah Laskar Wong Kito mengalahkan Persita Tanggerang 1-0.
Hasil ini membuat Sriwijaya menjadi pemuncak Grup A, Inter Island Cup dan berhak melaju ke semifinal.
Pada awal babak pertama, Sriwijaya FC langsung menekan jantung pertahanan Persita Tangerang.
Beberapa peluang tercipta melalui dua penyerang Laskar Wong Kito Fahruddin dan Han Sang Ming yang menusuk dari sektor sayap namun mampu digagalkan pemain belakang Persita.
Menit ke-14, striker Sriwijaya FC Han Sang Min menerobos dari sayap kanan dan melepaskan umpan silang ke kotak penalti, namun bola yang melesat cepat tak mampu disundul Fahruddin meski berdiri tanpa pengawalan lawan.
Hanya berselang satu menit, giliran Persita mengejutkan benteng pertahanan Sriwijaya FC dengan menerapkan strategi serangan balik.
Alur bola yang cepat tidak mampu dipotong pemain belakang Laskar Wong Kito. Namun kesigapan penjaga gawang Rivky Mokodompit dalam memblok berhasil mengamankan gawang Sriwijaya FC.
Persita yang tertekan berupaya merapatkan barisan untuk mementahkan sejumlah peluang emas Laskar Wong Kito.
Strategi itu terbilang berhasil mengingat hingga pengujung babak, tim tuan rumah selalu gagal mengubah peluang emas menjadi gol.
Hingga turun minum skor 0-0 tetap bertahan bagi kedua tim.
Sementara, sepanjang babak pertama itu, wasit hanya mengeluarkan satu kartu kuning kepada Imanuel Fadwa pada menit 26 setelah menjegal Dominggus Fakdawer.
Memasuki babak kedua, pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengubah komposisi pemain dengan menarik Fahruddin dan memasukkan Tantan.
Berupaya memecah kebuntuan, kedua tim memilih bermain keras. Wasit terpaksa merogoh kartu kuning untuk Dominggus Fakdawer setelah aksinya membuang bola ke arah penonton dipandang tidak sportif.
Menit ke-70, pemain belakang Sriwijaya FC Diogo menerobos pertahanan Persita, namun pergerakan pemain kewarganegaraan Timur Leste itu terhenti setelah kalah beradu duel dengan penjaga gawang.
Tak mau ketinggalan, giliran pemain depan Persita Sirvi yang bergerak cepat ke arah mulut gawang. Namun, akselerasinya mampu diamankan barisan pemain belakang tim tuan rumah.
Pada penghujung babak, Sriwijaya FC nyaris unggul setelah Abdul Rahman memenangkan duel bola atas dengan penjaga gawang, namun bola melambung tipis di atas mistar.
Pada massa pengujung injury time menit ke-94, gelandang Persita Rio Ramandika melakukan kesalahan fatal, terkena handsball di area kotak penalti. Meski mendapat protes keras pemain Persita, wasit tetap memberikan hadiah penalti kepada Sriwijaya FC.
Ponaryo Astaman yang bertindak sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugas dan membawa Sriwijaya FC menjadi wakil grup A ke babak empat besar IIC.
Kemenangan Laskar Wong Kito itu langsung disambut suka cita ribuan penonton yang memadati stadion.
Pelatih Kas Hartadi mengatakan sejak awal tim tampil menyerang namun selalu gagal karena lawan menerap strategi bertahan.
"Lawan bertahan total karena hanya berharap seri, sehingga kesulitan untuk menerobos. Apalagi mereka bermain tidak sportif seperti banyak pemain yang mudah terjatuh," katanya.
Menurut mantan pemain Tim Nasional ini persaingan pada semifinal akan berlangsung ketat mengingat akan bercokol tim-tim besar.
"Target awal sudah tercapai yakni lolos grup, ke depan harus tembus final," katanya.
Sementara pelatih Persita Elly Idris memilih menolak menghadiri acara pemberian keterangan pers seusai pertandingan dengan alasan kecewa atas kepemimpinan wasit.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




