Berlomba Artikan Nomor Urut di Pilgub Sumut
Sabtu, 15 Desember 2012 | 10:33 WIB
Lima pasangan calon yang akan bertarung memperebutkan jabatan orang nomor satu itu senantiasa memanfaatkan setiap ada kesempatan.
Penetapan nomor urut dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) calon gubernur dan calon wakil gubernur (Cagub/Cawagub) di Sumatera Utara (Sumut), sudah diputuskan lewat undian.
Lima pasangan calon yang akan bertarung memperebutkan jabatan orang nomor satu itu senantiasa memanfaatkan setiap ada kesempatan.
Lima pasangan Cagub/Cawagub yang akan bertarung di bulan Maret 2013 mendatang itu sesuai pasangan nomor urut satu yakni, Gus Irawan - Soekirman yang diusung oleh Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan gabungan partai gurem.
Nomor urut dua adalah Efendi Simbolon - Jumiran Abdi diusung PDI - Perjuangan, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) dan Partai Damai Sejahtera (PDS), sedangkan nomor urut tiga pasangan Chairuman Harahap yang diusung Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selain itu, pasangan ini didukung oleh partai yang tidak memiliki kursi terdiri dari Partai Buruh, Republikan dan Partai Pemuda Indonesia (PPI).
Sementara Amri Tambunan - RE Nainggolan yang diusung oleh Partai Demokrat mendapatkan nomor urut empat dan nomor urut lima adalah pasangan Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan juga diusung Partai Bintang Reformasi (PBR) 1 kursi, serta parpol tak punya kursi Partai Patriot dan PKNU.
Setelah mendapatkan nomor urutan, pasangan Gur Irawan - Soekirman meyakini, nomor urut satu itu bukan sembarang. Sebab, nomor urut itu selalu terdepan, temasuk dalam memimpin daerah ini untuk lima tahun ke depan.
Gus Irawan mencontohkan, saat menjabat sebagai Dirut Bank Sumut, dia berhasil membangun koperasi dan menjadi bank daerah yang membawa kemajuan. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak memilih nomor satu tersebut.
"Saya sangat bangga mendapatkan nomor satu itu. Dengan nomor ini jika kelak terpilih, saya ingin membawa daerah ini menjadi nomor satu. Bila Gus Irawan - Soekirman (Gusman) sudah menjadi nomor satu maka tidak usah pilih lagi yang lain," ujarnya kepada wartawan di Hotel Grand Angkasa Jl Perintis Kemerdekaan Medan, tempat pencabutan nomor urut yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Sabtu (15/12).
Tidak mau kalah bersaing dengan rivalnya, pasangan Effendi Simbolon - Jumiran Abdi menyampaikan, setiap nomor itu mempunyai nilai yang baik. Sehingga, tidak ada alasan bagi setiap orang mengartikan, ada nomor yang kurang baik.
Pasangan ini tidak mau berlebihan ketika menyampaikan arti nomor urut dua tersebut. Effendi Simbolong hanya melambaikan dua jari tangan menyerupai huruf Victory, yang seakan memberikan arti sebuah kemenangan.
"Semua yang mendapatkan nomor berapapun itu adalah baik. Namun perlu diketahui, inilah yang terbaik," ungkap Effendi sambil memberikan isyarat dua jari Victory tersebut.
Pasangan ini juga meyakini, banyak perubahan yang akan dilakukan jika masyarakat memberikan mandat memimpin daerah ini.
Begitu juga dengan pasangan Chairuman Harahap - Fadli Nurzal, yang secara terbuka juga menyampaikan, nomor urut tiga dari lima urutan yang ada, merupakan nomor paling tengah.
Nomor paling tengah itu, menurut Chairuman, paling mudah diingat masyarakat. "Yang di tengah itu lebih terlihat. Masyarakat sudah biasa untuk melihat dan mengingat yang di tengah itu," kata Chairuman.
Pasangan ini juga meyakini, sebagai pemenang dalam pilkada di bulan Maret 2013 mendatang. Sebab, pasangan ini juga mempunyai banyak program visi dan misi, sebagai strategi yang dapat membangkitkan perekonomian dan kesejahteraan buat masyarakat.
Pasangan nomor empat dalam pencabutan nomor itu tidak dihadiri Amri Tambunan. Kendati demikian, RE Nainggolan sebagai wakilnya, tidak mau kalah meyakini nomor urut tersebut. Menurutnya, nomor empat itu paling kokoh, sama seperti kaki kursi dan meja yang memiliki empat kaki.
Artinya, nomor empat itu sangat sulit untuk tergoyahkan dari pilihan masyarakat. Nomor empat itu juga dipastikan mampu membangun Sumut."Nomor empat merupakan simbol kekuatan," katanya.
Dalam kesempatan itu, RE Nainggolan menyampaikan, Amri Tambunan tidak dapat hadir saat pencabutan nomor. Sebab, di hari yang bersamaan harus menghadiri acara penerimaan Penghargaan Ketahanan Pangan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta.
Pasangan nomor urut lima, Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi pun tidak mau kehilangan kesempatan. Mereka meyakini, nomor urut lilma memiliki makna filosofi yang dalam.
Angka lima dalam Islam menggambarkan Rukun Islam. Lalu bagi Indonesia lima berarti Pancasila. Sedangkan bagi masyarakat Tapanuli Selatan, terkenal dengan kearifan lokalnya yang disebut dengan istilah "Poda na lima" yang artinya pesan yang lima.
Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution mengatakan, paska ditetapkannya kelima pasangan calon, seluruh calon dilarang berkampanye di luar jadwal. Setiap pasangan calon yang secara akumulatif melakukan pemaparan visi misi lalu mengajak orang memilih serta memperkenalkan nomor urutnya di tempat terbuka, maka dianggap sudah melanggar aturan kampanye.
"Sebab kampanye hanya boleh dilakukan saat masa kampanye yaitu 14 hari yang dimulai 18 Februari dan berakhir pada 3 Maret," ujar Irham.
Penetapan nomor urut dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) calon gubernur dan calon wakil gubernur (Cagub/Cawagub) di Sumatera Utara (Sumut), sudah diputuskan lewat undian.
Lima pasangan calon yang akan bertarung memperebutkan jabatan orang nomor satu itu senantiasa memanfaatkan setiap ada kesempatan.
Lima pasangan Cagub/Cawagub yang akan bertarung di bulan Maret 2013 mendatang itu sesuai pasangan nomor urut satu yakni, Gus Irawan - Soekirman yang diusung oleh Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan gabungan partai gurem.
Nomor urut dua adalah Efendi Simbolon - Jumiran Abdi diusung PDI - Perjuangan, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) dan Partai Damai Sejahtera (PDS), sedangkan nomor urut tiga pasangan Chairuman Harahap yang diusung Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selain itu, pasangan ini didukung oleh partai yang tidak memiliki kursi terdiri dari Partai Buruh, Republikan dan Partai Pemuda Indonesia (PPI).
Sementara Amri Tambunan - RE Nainggolan yang diusung oleh Partai Demokrat mendapatkan nomor urut empat dan nomor urut lima adalah pasangan Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan juga diusung Partai Bintang Reformasi (PBR) 1 kursi, serta parpol tak punya kursi Partai Patriot dan PKNU.
Setelah mendapatkan nomor urutan, pasangan Gur Irawan - Soekirman meyakini, nomor urut satu itu bukan sembarang. Sebab, nomor urut itu selalu terdepan, temasuk dalam memimpin daerah ini untuk lima tahun ke depan.
Gus Irawan mencontohkan, saat menjabat sebagai Dirut Bank Sumut, dia berhasil membangun koperasi dan menjadi bank daerah yang membawa kemajuan. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak memilih nomor satu tersebut.
"Saya sangat bangga mendapatkan nomor satu itu. Dengan nomor ini jika kelak terpilih, saya ingin membawa daerah ini menjadi nomor satu. Bila Gus Irawan - Soekirman (Gusman) sudah menjadi nomor satu maka tidak usah pilih lagi yang lain," ujarnya kepada wartawan di Hotel Grand Angkasa Jl Perintis Kemerdekaan Medan, tempat pencabutan nomor urut yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Sabtu (15/12).
Tidak mau kalah bersaing dengan rivalnya, pasangan Effendi Simbolon - Jumiran Abdi menyampaikan, setiap nomor itu mempunyai nilai yang baik. Sehingga, tidak ada alasan bagi setiap orang mengartikan, ada nomor yang kurang baik.
Pasangan ini tidak mau berlebihan ketika menyampaikan arti nomor urut dua tersebut. Effendi Simbolong hanya melambaikan dua jari tangan menyerupai huruf Victory, yang seakan memberikan arti sebuah kemenangan.
"Semua yang mendapatkan nomor berapapun itu adalah baik. Namun perlu diketahui, inilah yang terbaik," ungkap Effendi sambil memberikan isyarat dua jari Victory tersebut.
Pasangan ini juga meyakini, banyak perubahan yang akan dilakukan jika masyarakat memberikan mandat memimpin daerah ini.
Begitu juga dengan pasangan Chairuman Harahap - Fadli Nurzal, yang secara terbuka juga menyampaikan, nomor urut tiga dari lima urutan yang ada, merupakan nomor paling tengah.
Nomor paling tengah itu, menurut Chairuman, paling mudah diingat masyarakat. "Yang di tengah itu lebih terlihat. Masyarakat sudah biasa untuk melihat dan mengingat yang di tengah itu," kata Chairuman.
Pasangan ini juga meyakini, sebagai pemenang dalam pilkada di bulan Maret 2013 mendatang. Sebab, pasangan ini juga mempunyai banyak program visi dan misi, sebagai strategi yang dapat membangkitkan perekonomian dan kesejahteraan buat masyarakat.
Pasangan nomor empat dalam pencabutan nomor itu tidak dihadiri Amri Tambunan. Kendati demikian, RE Nainggolan sebagai wakilnya, tidak mau kalah meyakini nomor urut tersebut. Menurutnya, nomor empat itu paling kokoh, sama seperti kaki kursi dan meja yang memiliki empat kaki.
Artinya, nomor empat itu sangat sulit untuk tergoyahkan dari pilihan masyarakat. Nomor empat itu juga dipastikan mampu membangun Sumut."Nomor empat merupakan simbol kekuatan," katanya.
Dalam kesempatan itu, RE Nainggolan menyampaikan, Amri Tambunan tidak dapat hadir saat pencabutan nomor. Sebab, di hari yang bersamaan harus menghadiri acara penerimaan Penghargaan Ketahanan Pangan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta.
Pasangan nomor urut lima, Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi pun tidak mau kehilangan kesempatan. Mereka meyakini, nomor urut lilma memiliki makna filosofi yang dalam.
Angka lima dalam Islam menggambarkan Rukun Islam. Lalu bagi Indonesia lima berarti Pancasila. Sedangkan bagi masyarakat Tapanuli Selatan, terkenal dengan kearifan lokalnya yang disebut dengan istilah "Poda na lima" yang artinya pesan yang lima.
Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution mengatakan, paska ditetapkannya kelima pasangan calon, seluruh calon dilarang berkampanye di luar jadwal. Setiap pasangan calon yang secara akumulatif melakukan pemaparan visi misi lalu mengajak orang memilih serta memperkenalkan nomor urutnya di tempat terbuka, maka dianggap sudah melanggar aturan kampanye.
"Sebab kampanye hanya boleh dilakukan saat masa kampanye yaitu 14 hari yang dimulai 18 Februari dan berakhir pada 3 Maret," ujar Irham.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




