Task Force: KPSI Bisa Hilang dengan Sendirinya
Selasa, 18 Desember 2012 | 15:44 WIB
"Jangan ada syarat yang mempersulit proses penyelesaian polemik sepak bola Indonesia," kata Djoko Pekik Irianto.
Anggota Task Force atau Gugus Tugas dari perwakilan pemerintah Djoko Pekik Irianto menegaskan jika empat anggota Executive Committee (EXCO) PSSI yang sebelumnya mendapatkan sanksi dari PSSI bergabung kembali seperti hasil kesepakatan, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) bisa hilang dengan sendirinya.
"Makanya dipermudah saja. Jangan ada syarat yang mempersulit proses penyelesaian polemik sepak bola Indonesia," kata Djoko Pekik Irianto.
Dari tiga rancangan program yang telah diajukan ke FIFA, dua diantaranya yaitu unifikasi atau penggabungan liga serta revisi statuta dinilai oleh perwakilan dari Kemenpora ini cukup mudah dilakukan karena sudah ditangani oleh pihak-pihak yang berkepentingan termasuk pihak PT LPIS dan PT Liga Indonesia.
Hanya saja, khusus untuk pengembalian empat anggota EXCO PSSI yaitu La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Tony Aprilani butuh perjuangan yang cukup keras.
"Memang saat ini masih belum berjalan. Tapi kalau mengacu dari surat FIFA, pengembalian empat anggota EXCO ini harus sesegera mungkin," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu.
Ditanya langkah Tim Gugus Tugas yang merupakan institusi bentukan pemerintah guna memfasilitasi penyelesaian polemik sepak bola Indonesia ini, Djoko Pekik mengaku akan terus melakukan koordinasi dengan AFC sebagai kepanjangtanganan FIFA.
Komunikasi ini sangat penting sebelumnya pihak konfederasi sepak bola Asia ini akan datang ke Indonesia guna melihat secara langsung proses penyelesaian polemik yang berkepanjangan antara PSSI dibawah pimpinan Djohar Arifin Husin dengan KPSI.
"Kami akan mencari bocoran ke AFC terkait kerangka apa yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Pemerintah dalam hal ini hanya sebagai mediator saja," katanya.
Pengembalian empat anggota EXCO yang sebelumnya dicopot oleh Komite Etik PSSI ini memang menjadi masalah baru. Pihak PSSI tidak bisa langsung menerima empat anggota itu karena telah menyiapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi diantaranya meminta maaf kepada anggota EXCO PSSI lainnya.
Keinginan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin ini ditentang oleh perwakilan empat EXCO yang dipecat yaitu La Nyalla Mattalitti. Ketua PSSI versi KLB Ancol ini menolak dengan keras syarat yang diajukan oleh federasi sepak bola Indonesia yang hingga saat ini diakui oleh FIFA ini.
Anggota Task Force atau Gugus Tugas dari perwakilan pemerintah Djoko Pekik Irianto menegaskan jika empat anggota Executive Committee (EXCO) PSSI yang sebelumnya mendapatkan sanksi dari PSSI bergabung kembali seperti hasil kesepakatan, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) bisa hilang dengan sendirinya.
"Makanya dipermudah saja. Jangan ada syarat yang mempersulit proses penyelesaian polemik sepak bola Indonesia," kata Djoko Pekik Irianto.
Dari tiga rancangan program yang telah diajukan ke FIFA, dua diantaranya yaitu unifikasi atau penggabungan liga serta revisi statuta dinilai oleh perwakilan dari Kemenpora ini cukup mudah dilakukan karena sudah ditangani oleh pihak-pihak yang berkepentingan termasuk pihak PT LPIS dan PT Liga Indonesia.
Hanya saja, khusus untuk pengembalian empat anggota EXCO PSSI yaitu La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Tony Aprilani butuh perjuangan yang cukup keras.
"Memang saat ini masih belum berjalan. Tapi kalau mengacu dari surat FIFA, pengembalian empat anggota EXCO ini harus sesegera mungkin," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu.
Ditanya langkah Tim Gugus Tugas yang merupakan institusi bentukan pemerintah guna memfasilitasi penyelesaian polemik sepak bola Indonesia ini, Djoko Pekik mengaku akan terus melakukan koordinasi dengan AFC sebagai kepanjangtanganan FIFA.
Komunikasi ini sangat penting sebelumnya pihak konfederasi sepak bola Asia ini akan datang ke Indonesia guna melihat secara langsung proses penyelesaian polemik yang berkepanjangan antara PSSI dibawah pimpinan Djohar Arifin Husin dengan KPSI.
"Kami akan mencari bocoran ke AFC terkait kerangka apa yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Pemerintah dalam hal ini hanya sebagai mediator saja," katanya.
Pengembalian empat anggota EXCO yang sebelumnya dicopot oleh Komite Etik PSSI ini memang menjadi masalah baru. Pihak PSSI tidak bisa langsung menerima empat anggota itu karena telah menyiapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi diantaranya meminta maaf kepada anggota EXCO PSSI lainnya.
Keinginan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin ini ditentang oleh perwakilan empat EXCO yang dipecat yaitu La Nyalla Mattalitti. Ketua PSSI versi KLB Ancol ini menolak dengan keras syarat yang diajukan oleh federasi sepak bola Indonesia yang hingga saat ini diakui oleh FIFA ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




