Banyak Pengguna Narkotika Jenis Baru, Pengawasan Prekursor Harus Diperketat
Rabu, 2 Februari 2022 | 17:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol (Purn) Heru Winarko mengatakan saat ini cukup banyak pengguna baru narkotika dan jenis narkoba yang digunakan juga jenis baru.
Menurut Heru, kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini sudah berhasil diturunkan. Bila pada 2011 terdapat penurunan penggunaan narkotika sebanyak 1,9 juta orang, kemudian sempat mengalami kenaikan sebanyak 2,2 juta orang, kemudian sudah bisa diturunkan sebanyak 1,8 juta orang.
"Dari 4,4 hingga 4,5 juta pengguna sekarang menjadi 3,5 atau 3,6 juta pengguna. Lebih kurang satu juga pengguna bisa kita kurangi," kata Heru Winarko.
Hanya saja, yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah dan BNN, kata Heru, para pengguna narkotika sekarang ini banyak pengguna baru dan jenis narkoba yang digunakan juga jenis baru.
"Kalau dulu di era 80 atau 90-an, kita ada heroin dan morfin, nah ini malah heroin dan morfin sudah tidak ada lagi di Indonesia. Orang-orang hitam sebagai pengedar sudah kita tindak tegas. Sekarang mereka bergeser bukan di kita, tapi di Malaysia. Mereka buka operasi di sana," ujar Heru Winarko.
Meski penggunaan heroin dan morfin berhasil dikurangi, Heru melihat justru sekarang yang perang terhadap narkotika lebih berat karena adanya new psychoactive substance (NPS) yang jenisnya cukup banyak di dunia, mencapai 1.008 NPS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




