Premium Sulit Didapatkan di Karimun
Jumat, 4 Januari 2013 | 01:13 WIB
Bahan bakar bersubsidi itu sulit didapatkan karena persediaannya di Tanjung Balai Karimun sudah habis.
Warga di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengeluhkan sulitnya mendapatkan premium di kios-kios eceran daerah setempat, Kamis.
"Saya sudah berkeliling cari bensin (premium), tapi tidak satu pun kios yang buka. Sementara, tanki motor nyaris kosong," kata Ahmad, seorang warga.
Dia mengaku sudah mendatangi puluhan kios yang biasanya menjual bensin di Jalan Pelipit, Jalan A Yani, Jalan Pramuka dan Jalan Teuku Umar.
"Saya terpaksa berhenti mencari karena takut dorong motor akibat kehabisan bensin," ucapnya.
Dia juga mengatakan sudah mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Poros yang merupakan satu-satunya SPBU di Tanjung Balai Karimun. Namun, SPBU tersebut juga tutup karena kehabisan persediaan.
"Tadi pagi, persediaan bensin di SPBU masih ada. Tapi, saya tidak kebagian karena terlalu banyak kendaraan bermotor yang antre, tak tahunya sudah tutup menjelang sore," ucapnya.
Dia menyayangkan bensin mengalami kelangkaan di awal 2013 sehingga menyulitkan warga yang membutuhkan bahan bakar untuk kendaraan bermotor.
"Pemerintah daerah seharusnya mengevaluasi kuota BBM karena bukan kali ini saja daerah ini mengalami kelangkaan, tetapi sudah berulang-ulang," ucapnya.
Budi, warga lainnya, mengatakan dirinya terpaksa memarkir sepeda motornya karena kehabisan bensin.
"Daripada dorong di tengah jalan, lebih baik saya naik angkot pergi ke tempat kerja. Tadi juga saya sudah keliling cari bensin tapi tidak ada kios yang buka," ucapnya.
Menurut Budi, beberapa temannya terpaksa mendorong sepeda motor karena bensin habis di tengah jalan, sementara kios-kios tutup dan memasang pengumuman bensin habis.
"Perlu diselidiki kenapa persediaan bensin habis, takutnya ada oknum-oknum yang menimbun atau menyalahgunakannya," katanya.
Ratusan kios di jalan-jalan utama Tanjung Balai Karimun, mulai dari Jalan Pertambangan, Jalan A Yani hingga kawasan Kolong, tutup.
Seorang pengecer bensin, Bujang, mengatakan persedian bensin habis sejak siang. "Pasokan putus karena persediaan di agen juga habis," katanya.
Sementara itu, SPBU Jalan Poros yang sempat dipadati antrean ratusan kendaraan bermotor, juga tutup menjelang sore.
Warga di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengeluhkan sulitnya mendapatkan premium di kios-kios eceran daerah setempat, Kamis.
"Saya sudah berkeliling cari bensin (premium), tapi tidak satu pun kios yang buka. Sementara, tanki motor nyaris kosong," kata Ahmad, seorang warga.
Dia mengaku sudah mendatangi puluhan kios yang biasanya menjual bensin di Jalan Pelipit, Jalan A Yani, Jalan Pramuka dan Jalan Teuku Umar.
"Saya terpaksa berhenti mencari karena takut dorong motor akibat kehabisan bensin," ucapnya.
Dia juga mengatakan sudah mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Poros yang merupakan satu-satunya SPBU di Tanjung Balai Karimun. Namun, SPBU tersebut juga tutup karena kehabisan persediaan.
"Tadi pagi, persediaan bensin di SPBU masih ada. Tapi, saya tidak kebagian karena terlalu banyak kendaraan bermotor yang antre, tak tahunya sudah tutup menjelang sore," ucapnya.
Dia menyayangkan bensin mengalami kelangkaan di awal 2013 sehingga menyulitkan warga yang membutuhkan bahan bakar untuk kendaraan bermotor.
"Pemerintah daerah seharusnya mengevaluasi kuota BBM karena bukan kali ini saja daerah ini mengalami kelangkaan, tetapi sudah berulang-ulang," ucapnya.
Budi, warga lainnya, mengatakan dirinya terpaksa memarkir sepeda motornya karena kehabisan bensin.
"Daripada dorong di tengah jalan, lebih baik saya naik angkot pergi ke tempat kerja. Tadi juga saya sudah keliling cari bensin tapi tidak ada kios yang buka," ucapnya.
Menurut Budi, beberapa temannya terpaksa mendorong sepeda motor karena bensin habis di tengah jalan, sementara kios-kios tutup dan memasang pengumuman bensin habis.
"Perlu diselidiki kenapa persediaan bensin habis, takutnya ada oknum-oknum yang menimbun atau menyalahgunakannya," katanya.
Ratusan kios di jalan-jalan utama Tanjung Balai Karimun, mulai dari Jalan Pertambangan, Jalan A Yani hingga kawasan Kolong, tutup.
Seorang pengecer bensin, Bujang, mengatakan persedian bensin habis sejak siang. "Pasokan putus karena persediaan di agen juga habis," katanya.
Sementara itu, SPBU Jalan Poros yang sempat dipadati antrean ratusan kendaraan bermotor, juga tutup menjelang sore.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




