Warga Banten Dimintai Waspadai Badai Narelle
Sabtu, 12 Januari 2013 | 10:40 WIB
Badai Narelle juga mengakibatkan tekanan udara rendah di Samudera Pasifik sebelah Maluku Utara, Laut China Selatan, dan sebelah utara Kalimantan Barat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Serang, memprediksi hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi, masih mengancam wilayah Banten beberapa hari ke depan.
Cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh badai topan atau siklon tropis yang diberi nama Narelle. Badai tersebut terjadi di Samudera Hindia sebelah selatan Bali.
Prakirawan BMKG Serang, Mafin Purnomo menjelaskan, badai Narelle ini sangat kuat. Pada pusat badai, kecepatan angin mencapai 80 knot. Badai mengarah ke barat daya atau Australia dengan kecepatan 10 knot.
Semua angin di wilayah Indonesia tersedot ke titik badai Narelle, sehingga menimbulkan awan cumulonimbus dan angin kencang.
"Wilayah Banten yang paling terpengaruhi badai ini adalah Banten Utara, Timur dan Selatan. Selain hujan lebat disertai angin kencang, wilayah Banten juga berpotensi terjadinya petir, puting beliung dan gelombang tinggi. Cuaca ektrem tersebut diprediksi akan terjadi hingga tiga hari ke depan," kata Mafin, Sabtu (12/1).
Menurut Mafin, sumber energi badai adanya di laut. Semakin bergerak ke darat biasanya semakin hilang.
Badai Narelle juga mengakibatkan tekanan udara rendah di Samudera Pasifik sebelah Maluku Utara, Laut China Selatan, dan sebelah utara Kalimantan Barat.
Selain itu, badai Narelle ini juga menyebabkan pumpunan angin yang memanjang dari Laut Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
"Fenomena ini yang menyebabkan peningkatan aktivitas pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumatera Utara dan Selatan, Jawa, Kalimantan Timur bagian utara, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan dan utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat," papar Mafin.
Mafin pun mengimbau kepada warga, agar mewaspadai terjadinya pohon tumbang akibat kecepatan angin yang cukup tinggi tersebut.
Warga yang melakukan perjalanan di posisi bawah pohon yang rindang, diingatkan untuk harus selalu waspada.
Pelaksana Harian Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Kelas III Serang, Halim Perdana Kusuma mengungkapkan, selain hujan lebat dan angin kencang, warga Banten juga harus mewaspadai gelombang tinggi, khususnya bagi yang berada di Selat Sunda bagian selatan.
Pasalnya, tinggi gelombang sudah mencapai 3-4 meter yang cukup membahayakan jika masih ada nelayan yang melaut.
"Kami mengimbau para nelayan sebaiknya untuk sementara tidak boleh melaut, karena gelombang air laut sedang tinggi," katanya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Serang, memprediksi hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi, masih mengancam wilayah Banten beberapa hari ke depan.
Cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh badai topan atau siklon tropis yang diberi nama Narelle. Badai tersebut terjadi di Samudera Hindia sebelah selatan Bali.
Prakirawan BMKG Serang, Mafin Purnomo menjelaskan, badai Narelle ini sangat kuat. Pada pusat badai, kecepatan angin mencapai 80 knot. Badai mengarah ke barat daya atau Australia dengan kecepatan 10 knot.
Semua angin di wilayah Indonesia tersedot ke titik badai Narelle, sehingga menimbulkan awan cumulonimbus dan angin kencang.
"Wilayah Banten yang paling terpengaruhi badai ini adalah Banten Utara, Timur dan Selatan. Selain hujan lebat disertai angin kencang, wilayah Banten juga berpotensi terjadinya petir, puting beliung dan gelombang tinggi. Cuaca ektrem tersebut diprediksi akan terjadi hingga tiga hari ke depan," kata Mafin, Sabtu (12/1).
Menurut Mafin, sumber energi badai adanya di laut. Semakin bergerak ke darat biasanya semakin hilang.
Badai Narelle juga mengakibatkan tekanan udara rendah di Samudera Pasifik sebelah Maluku Utara, Laut China Selatan, dan sebelah utara Kalimantan Barat.
Selain itu, badai Narelle ini juga menyebabkan pumpunan angin yang memanjang dari Laut Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
"Fenomena ini yang menyebabkan peningkatan aktivitas pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumatera Utara dan Selatan, Jawa, Kalimantan Timur bagian utara, Bali-Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan dan utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat," papar Mafin.
Mafin pun mengimbau kepada warga, agar mewaspadai terjadinya pohon tumbang akibat kecepatan angin yang cukup tinggi tersebut.
Warga yang melakukan perjalanan di posisi bawah pohon yang rindang, diingatkan untuk harus selalu waspada.
Pelaksana Harian Kepala Stasiun Meteorologi dan Geofisika Kelas III Serang, Halim Perdana Kusuma mengungkapkan, selain hujan lebat dan angin kencang, warga Banten juga harus mewaspadai gelombang tinggi, khususnya bagi yang berada di Selat Sunda bagian selatan.
Pasalnya, tinggi gelombang sudah mencapai 3-4 meter yang cukup membahayakan jika masih ada nelayan yang melaut.
"Kami mengimbau para nelayan sebaiknya untuk sementara tidak boleh melaut, karena gelombang air laut sedang tinggi," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




