Jokowi Ingin Ciptakan Persaingan Usaha Sehat pada Bajaj
Jumat, 8 Februari 2013 | 13:29 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akan menciptakan persaingan usaha angkutan bajaj ini bisa lebih sehat.
Langkah ini menyusul demo sopir bajaj di Balai Kota, Kamis (7/2) kemarin yang menuntut harga peremajaan bajaj tidak menjulang tinggi.
"Saya akan membuat agar ada persaingan usaha yang sehat. Jangan ada monopoli terselubung. Jangan ada permainan yang merugikan," ujar Jokowi usai mengunjungi Koperasi Usaha Bersatu di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (8/2).
Pria yang akrab disapa Jokowi ini menyatakan, harga bajaj harus murah. Moda transportasi darat ini juga harus mempunyai depon (pool).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, sesuai UU No 22 tahun 2009 tentang angkutan jalan, angkutan umum harus berbentuk badan hukum, baik berupa perseroan terbatas (PT) maupun koperasi. Selain itu, mereka harus memiliki depo, dan bajaj yang beroperasi harus sesuai spesifikasi yang diberikan.
"Dishub sudah mengadakan lelang, dan dimenangkan koperasi bajaj juga, namanya Koperasi Bajaj Sehati dan PT Matahari. Kami mendapatkan operator yang betul, punya pool, dan konsisten berbentuk badan hukum," kata Pristono.
Menurut Pris, langkah itu memudahkan pengawasan sehingga dapat menghindari sopir tembak atau sopir bodong.
Diakui Pris, lelang itu juga akan menghapus monopoli, sehingga mereka bisa memilih bajaj baik asal India, China, bahkan Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




