ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Panglima TNI Yudo Sebut Kondisi Keamanan Papua Belum Darurat

Rabu, 21 Desember 2022 | 09:23 WIB
YP
UW
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WIR
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengikuti Upacara Serah Terima Jabatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa20 Desember 2022.
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengikuti Upacara Serah Terima Jabatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa20 Desember 2022. (B Universe Photo / Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI baru Laksamana Yudo Margono menyebutkan situasi keamanan di Papua belum termasuk kategori darurat. Menurut dia, meskipun kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua masih berulah, kondisi tersebut belum masuk kategori darurat.

"Tentunya keadaan darurat yang menentukan atas (Presiden). Saya kira dengan eskalasi sekarang masih taraf kriminal, (bukan darurat)," ujar Yudo usai acara Sertijab Panglima TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (20/12/2022).

Karena itu, kata Yudo, hingga saat ini, belum ditetapkan daerah operasi militer di Papua. Pihaknya terus memantau situasi di Papua dan akan berkoordinasi dengan kepala satuan matra TNI dan Presiden Jokowi jika situasi keamanan Papua meningkatkan.

"Belum (daerah operasi militer). Menurut saya belum sampai taraf itu. Tapi nanti saya rapatkan dulu dengan komandan-komandan satuan," tandas dia.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Yudo mengatakan tindakan KKB Papua masih dikategorikan tindakan melanggar hukum. Karena itu, tutur dia, pihaknya tetap mengutamakan penegakan hukum dalam menangani KKB Papua.

"Saya kira sampai saat ini masih dikategorikan sebagai tindak pidana pelanggaran hukum kriminal sehingga masih kewenangan polri tapi kita tetap membantu penegakan hukum pidana," ungkap Yudo.

KKB baru-baru ini menembak mati 4 warga sipil di dua lokasi, yaitu di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, dan Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Ada tiga warga yang tewas dibunuh di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Sementara di Kabupaten Puncak, seorang warga yang dibunuh merupakan pegawai Bank Papua.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Panglima TNI baru Laksamana Yudo agar tegas dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Menurut Jokowi, jika tidak tegas, maka KKB Papua tidak akan tuntas.

"Harus tegas, karena kalau nggak tegas di sana, KKB selalu berbuat seperti itu, ya nggak akan selesai-selesai masalahnya," ujar usai pelantikan Yudo Margono sebagai Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12/2022).

Meskipun demikian, Jokowi tetap minta TNI mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani masalah keamanan di Papua. Namun, tutur dia, dalam pendekatan humanis tersebut tetap harus tegas agar KKB tidak berulah terus.

"Saya kira baik pendekatan humanis, baik pengurangan prajurit TNI di Papua juga baik tapi juga harus tegas," tandas Jokowi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kasus Andrie Yunus, Komnas HAM Sudah 2 Kali Panggil Panglima TNI

Kasus Andrie Yunus, Komnas HAM Sudah 2 Kali Panggil Panglima TNI

NASIONAL
Panglima TNI: Mayor Zulmi Prajurit Terbaik yang Selalu Dapat Reward

Panglima TNI: Mayor Zulmi Prajurit Terbaik yang Selalu Dapat Reward

NASIONAL
Begini Suasana Upacara Pemakaman Militer Mayor Zulmi di TMP Cikutra

Begini Suasana Upacara Pemakaman Militer Mayor Zulmi di TMP Cikutra

NASIONAL
Juara 1 Hafal Al-Quran di Libia, Pratu Nawawi Naik Pangkat Luar Biasa

Juara 1 Hafal Al-Quran di Libia, Pratu Nawawi Naik Pangkat Luar Biasa

NASIONAL
Amankan Mudik 2026, TNI Kerahkan 105.365 Prajurit dan 3.501 Alutsista

Amankan Mudik 2026, TNI Kerahkan 105.365 Prajurit dan 3.501 Alutsista

NASIONAL
Alasan Panglima TNI Tetapkan Siaga 1

Alasan Panglima TNI Tetapkan Siaga 1

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon