ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Panglima TNI Yudo Margono Diyakini Mampu Atasi Separatisme Papua

Jumat, 23 Desember 2022 | 19:42 WIB
YP
CP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: PAAT
Direktur Eksekutif LPI Boni Hargens (kedua dari kiri) di acara rilis hasil survei nasional LPI, di Hotel Semanggi, Jakarta, Jumat, 23 Desember 2022.
Direktur Eksekutif LPI Boni Hargens (kedua dari kiri) di acara rilis hasil survei nasional LPI, di Hotel Semanggi, Jakarta, Jumat, 23 Desember 2022. (Beritasatu.com/Yustinus Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mampu mengatasi masalah separatisme di Papua. Dalam survei terbaru LPI, kata Boni, TNI merupakan kekuatan sentral yang dapat mengantisipasi spektrum ancaman sepanjang 2023 ke depan terutama separatisme Papua.

"Keputusan Presiden Jokowi yang memilih Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI yang diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam menghadapi kerawanan situasi nasional sepanjang 2023 termasuk di Papua," ujar Boni Hargens di acara rilis hasil survei nasional LPI di Hotel Semanggi, Jakarta, Jumat (23/12/2022).

Dalam survei terbaru LPI, terdapat empat indikator ancaman pada 2023, yakni stabilitas nasional dan ancaman resesi ekonomi; politik identitas; kekerasan horizontal dan separatisme Papua; serta terorisme dan ancaman ideologi.

Pada indikator kekerasan horisontal dan separatisme Papua, kata Boni, skor TNI berada di peringkat pertama dengan skor penilaian 2,9500 disusul oleh institusi Badan Intelijen Negara (BIN) 2,9300 dan Polri yang mendapatkan skor 2,9200. Interval penilaian dari 0 hingga 3.

ADVERTISEMENT

"Responden berharap kolaborasi TNI, BIN dan Polri dapat menghasilkan langkah dan aksi nyata untuk menetralisir ancaman separatisme di Papua yang diprediksi intensinya akan meningkat pada 2023," tegas Boni.

Survei LPI ini dilakukan pada 5 Desember sampai 16 Desember 2022 dengan meminta pandangan kelas intelektual menengah melalui google form, surat elektronik (surel), WhatsApp, zoom dan wawancara tatap muka. Jumlah sampel dalam survei ini sebanyak 900 orang yang terdiri dari para para dosen/pakar, peneliti, anggota LSM/NGO, dan aktivis/seniman. Standar deviasi survei ini 0,4 dengan margin of error plus minus 2 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon