ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Warga Jateng Diminta Tetap Waspada, Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga Maret

Selasa, 28 Februari 2023 | 16:08 WIB
RP
SL
Penulis: Rachman Pratama | Editor: LES
Cuaca ekstrem mengakibatkan ribuan ikan mati di Waduk Kedung Ombo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 2 Januari 2023.
Cuaca ekstrem mengakibatkan ribuan ikan mati di Waduk Kedung Ombo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 2 Januari 2023. (Beritasatu Photo/Dyah Noor Shinta)

Semarang, Beritasatu.com – Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) diminta untuk selalu waspada dengan adanya potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi hingga tanggal 2 Maret 2023 mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan menyampaikan jika cuaca ekstrem Jateng itu dimungkinkan terjadi karena saat ini tengah memasuki musim transisi dari musim penghujan ke musim kemarau.

"Jadi sudah masuk musim transisi. Kalau periodenya kan maret sudah masuk musim kemarau. Nah di masa transisi ini, maka sesuai dengan prediksi dari BMKG, masih akan terjadi cuaca ekstrem Jateng," kata Bergas saat ditemui di kantornya pada Senin (27/02/2023) sore.

ADVERTISEMENT

Bergas juga menjelaskan jika saat ini sejumlah wilayah di Jawa Tengah juga masih terpantau banjir. Meski sebagian besar sudah surut, namun di beberapa lokasi, genangan air masih ada. Sejumlah wilayah yang daerahnya masih tergenang air adalah Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara, Kota Pekalongan dan Kabupaten Klaten.

"Sudah beberapa hari ini terjadi banjir di Jateng. Informasi yang kami himpun, banjir itu di Pati, Jepara, Kudus dan Kota Pekalongan. Ya tidak hanya di Pantura, kemarin wilayah selatan juga banjir," tambahnya.

BPBD Provinsi Jawa Tengah mencatat sejak awal Januari tahun 2023 ini, di wilayah Jateng sudah terjadi 58 kali bencana banjir. Banjir tersebut menyebar hampir di sebagian besar wilayah yang ada, yakni merata di 28 Kabupaten/Kota dengan ketinggian bervariasi antara 50 centimeter hingga 150 centimeter. Dari jumlah yang ada, setidaknya 21 ribu lebih jiwa di Jawa Tengah sempat terdampak.

Meski begitu, Bergas menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dari bencana banjir yang terjadi. Hanya saja, ada 4 rumah yang mengalami kerusakan berat, 8 rumah mengalami rusak sedang dan 21 rumah mengalami kerusakan sedang.

Saat ini sejumlah warga yang menurut Bergas masih mengungsi diantaranya berada di Kota Pekalongan. Menurutnya, warga mengungsi di sejumlah masjid dan kantor kelurahan yang ada. Mengingat selain karena intensitas hujan yang tinggi, banjir di Kota Pekalongan juga terjadi karena naiknya air di perairan Laut Jawa.

Untuk memastikan pasokan logistik, Bergas mengaku terus berkoordinasi dengan BPBD masing-masing Kabupaten Kota dan mencari dukungan dari program-program CSR dan perusahaan swasta.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Asyik Main Bola Disambar Petir, 1 Bocah di Bogor Tewas

Asyik Main Bola Disambar Petir, 1 Bocah di Bogor Tewas

JAWA BARAT
Cara Efektif Jaga Imun Tubuh agar Tak Mudah Tumbang Saat Sering Hujan

Cara Efektif Jaga Imun Tubuh agar Tak Mudah Tumbang Saat Sering Hujan

LIFESTYLE
Awas Meledak! 8 Tips Gunakan HP Saat Panas Ekstrem Buat Ojol dan Kurir

Awas Meledak! 8 Tips Gunakan HP Saat Panas Ekstrem Buat Ojol dan Kurir

OTOTEKNO
Pemkab Cianjur Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

Pemkab Cianjur Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

JAWA BARAT
BMKG Imbau Banten Waspadai Cuaca Ekstrem 3-8 Mei

BMKG Imbau Banten Waspadai Cuaca Ekstrem 3-8 Mei

BANTEN
Hujan Petir di Lapangan Tunda Duel Malut United vs Persis Solo

Hujan Petir di Lapangan Tunda Duel Malut United vs Persis Solo

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon