ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Setahun Jelang Pilgub Sultra 2024, Isu Perubahan Muncul di Masyarakat

Rabu, 22 Maret 2023 | 14:18 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, memaparkan hasil survei terkait Pilgub Sulawesi Tenggara (Sultran) di Kendari, Rabu, 22 Maret 2023.
Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, memaparkan hasil survei terkait Pilgub Sulawesi Tenggara (Sultran) di Kendari, Rabu, 22 Maret 2023. (Berita Satu)

Jakarta, Beritasatu.com – Setahun menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) muncul di tengah masyarakat. Hal itu tergambar dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukkan 96,2% masyarakat Sultra ingin perubahan.

"Temuan survei menunjukan bahwa keinginan perubahan warga Sultra sebesar 96,2%. Kami breakdown atau turunkan ke segmen jenis kelamin, hasilnya baik pemilih laki-laki maupun perempuan sama-sama ingin perubahan, di mana pemilih laki-laki sebesar 97,3% yang ingin perubahan dan pemilih perempuan sebesar 95%," ujar peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, Rabu (22/3/2023).

Survei digelar sepanjang Maret 2023 dengan responden sebanyak 800 warga pemilih di Sulawesi Tenggara. Metode survei adalah wawancara langsung dengan margin of error survei sebesar plus minus 3,5%.

Isu perubahan juga mencuat di segmen pemilih berdasarkan perbedaan agama. Baik warga Muslim (95,9%) dan non-Muslim (98) sama-sama menginginkan perubahan.

ADVERTISEMENT

Keinginan perubahan juga terlihat di segmen tingkat pendidikan. Warga di semua tingkat pendidikan ingin ada perubahan, yakni lulusan SD ke bawah (93,2%), tamat SMP (93,9%), tamat SMA/sederajat (98,9%), dan pernah kuliah (98,2%).

"Dari hasil survei itu, LSI melihat setidaknya ada tiga alasan mengapa keinginan masyarakat Sulawesi Tenggara menginginkan perubahan sangat tinggi," ujar Ikrama.

Pertama, kata dia, masyarakat menilai kehidupan mereka tidak berubah selama sepuluh tahun terakhir. Sebesar 53% publik mengatakan bahwa kehidupan mereka tidak berubah selama lima tahun terakhir dan 2,6% lebih buruk. Hanya sebesar 38,7% publik yang menganggap kehidupan mereka membaik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon