ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Khofifah Sebut 27 Daerah di Jatim Berpotensi Kekeringan

Senin, 19 Juni 2023 | 16:31 WIB
AS
FH
Penulis: Ahmad Shoim | Editor: FER
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memantau pendistribusian air bersih di Kabupaten Mojokerto, Senin, 19 Juni 2023.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memantau pendistribusian air bersih di Kabupaten Mojokerto, Senin, 19 Juni 2023. (Istimewa/Humas Pemprov Jatim)

Surabaya, Beritasatu.com - Sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan mengalami kekeringan pada musim kemarau 2023. Merespons hal ini, Pemprov Jatim telah menyiapkan berbagai strategi penanganan.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, potensi kekeringan di Jatim tahun 2023 ini diperkirakan terjadi di 27 kab/kota yang terdiri dari 221 kecamatan, 844 desa/kelurahan dan 1.617 dusun. Perinciannya, 500 desa kering kritis, 253 kering langka, dan 91 desa kering langka terbatas.

"Petanya sudah sangat detail. Untuk itu intervensi penanganan kekeringan ini butuh gotong royong dan kebersamaan baik dari Pemprov Jatim maupun dari pihak kecamatan, desa, dusun sampai para relawan. Saya mohon jaga kekompakan dan guyub rukun untuk memberikan layanan bagi seluruh masyarakat," ungkap Khofifah, Selasa (19/6/2023).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut khofifah mengaku selama ini Pemprov Jatim telah melakukan uji coba pembuatan sumur artesis di beberapa titik yang memiliki potensi kekeringan saat musim kemarau.

"Namun tidak semua berjalan lancar karena menglami beberapa kendala. Seperti pada kedalaman tertentu ditemukan bebatuan sehingga tidak bisa diteruskan. Atau pada kedalaman tertentu muncul sumber air tapi kandungan garamnya tinggi sehingga tidak bisa diteruskan. Ada juga di daerah tertentu muncul sumber air tapi kandungan minyaknya tinggi," jelasnya.

Selain upaya pembuatan sumur artesis, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan suplai air bersih ke sejumlah wilayah. Seperti yang dilakukan hari ini di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro,Kabupaten Mojokerto. Bahkan pendisribusian air bersih itu dipantau langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

"Alhamdulillah hari ini kita bisa memberikan sapaan berupa suplai air bersih. Di sini kebutuhan sehari-hari rata-rata 10 tangki kapasitas 4.000 liter tapi tidak hanya di dusun ini tapi beberapa dusun lain. Namun juga tadi saya lihat sudah banyak tandon dari BPBD di sejumlah titik di Desa ini. Tentunya Ini jadi bagian dari upaya kita mendekatkan distribusi air bersih ke rumah-rumah penduduk," katanya.

Sesuai data dari BPBD Jatim terbaru, krisis air bersih melanda tiga desa di kaki Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto, yakni meliputi Desa Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, serta Desa Duyung, Kecamatan Trawas.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

JAWA TIMUR
BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

EKONOMI
Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

INTERNASIONAL
Musim Kemarau, BMKG Sebut 5 Kabupaten Ini Sudah Mulai Kekeringan

Musim Kemarau, BMKG Sebut 5 Kabupaten Ini Sudah Mulai Kekeringan

NUSANTARA
BPBD Pandeglang Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran

BPBD Pandeglang Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon