Pimpinan DPRD Sumenep Dukung BK Panggil Anggota Dewan yang Joget dan Nyawer
Minggu, 2 Juli 2023 | 04:35 WIB
Sumenep, Beritasatu.com - Video viral yang menampilkan belasan anggota DPRD Sumenep sedang joget dan nyawer bersama biduan beberapa waktu lalu terus mendapat perhatian.
Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir, dengan tegas menyatakan dukungan terhadap langkah Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep yang berencana memanggil dan mengklarifikasi anggota dewan yang terekam dalam video berdurasi 49 detik tersebut.
"Sebagai Ketua DPRD, saya mendukung langkah Badan Kehormatan. Karena lembaga kita memang memiliki aturan seperti ini. Saya setuju terkait rencana pemanggilan anggota Pansus Ranperda penyertaan modal PDAM ini," jelas Hamid, Sabtu (1/7/2023).
Sementara itu, kritik terhadap perilaku hedonistik anggota dewan Sumenep terus disuarakan oleh berbagai kalangan. Fauzi AS, seorang pemerhati kebijakan publik Sumenep, berpendapat bahwa DPRD Sumenep harus serius dalam menegakkan disiplin etik bagi anggotanya.
"Krisis kepercayaan makin diperparah dengan tingkah laku anggota dewan yang tidak terpuji. Ini pasti membuat masyarakat marah. Namun, untungnya, karakter masyarakat Sumenep tidak terlalu sering menggelar protes di jalanan. Tetapi jangan salah, hal ini tidak berarti bahwa mereka tidak memperhatikan masalah ini. Saya yakin warga dapat menilai setiap anggota dewan yang ada dalam video tersebut," terang Fauzi AS.
Fauzi juga merasa heran bahwa aksi joget dan nyawer biduan dianggap oleh anggota dewan sebagai hal yang biasa.
"Jika mereka benar-benar hobi bernyanyi dan joget, mengapa tidak melakukannya di rumah tanpa direkam? Mereka ini adalah pejabat publik dan harus menyadari hal tersebut. Ketika video ini muncul, jangan salahkan masyarakat jika Anda menjadi sasaran bully-an," tambahnya.
Sebelumnya, Ketua BK DPRD Sumenep, Sami'udin, mengungkapkan niatnya untuk menindaklanjuti video viral yang menampilkan anggota dewan sedang joget dan nyawer.
"Berikan kami waktu satu bulan untuk menyelidiki kasus ini. Yang pasti, kami akan menindaklanjutinya. Karena aksi joget dan nyawer tersebut melanggar etika," ujar Sami'udin saat bertemu dengan aktivis yang melakukan unjuk rasa di kantor DPRD Sumenep pada 27 Juni 2023 lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




