ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gas LPG 3 Kg di Mana-mana Habis, Warga Medan Kembali Pakai Minyak Tanah

Jumat, 28 Juli 2023 | 15:48 WIB
PS
FB
Penulis: Panji Satrio | Editor: FMB
Warga menggunakan kompor minyak tanah untuk memasak.
Warga menggunakan kompor minyak tanah untuk memasak. (Beritasatu.com/Panji Satrio)

Medan, Beritasatu.com - Kelangkaan gas LPG 3 kilogram masih terjadi di sebagian wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara hingga Kamis (27/7/2023). Warga yang kesulitan mendapatkan gas melon itu terpaksa menggunakan kompor minyak tanah untuk memasak.

Salah satu warga yang mengalami kesulitan ini adalah Atik, yang tinggal di Jalan Pringgan, Helvetia, Medan. Dia mengaku sudah mencari gas 3 kg selama dua hari terakhir di kedai dan pangkalan, tetapi tak berhasil menemukannya. Padahal, gas tersebut sangat dibutuhkan untuk keperluan memasak. Meskipun sudah berkeliling kota dan desa, dia tak mendapatkan gas yang dicari.

"Ya, begitu sulitnya bagaimana, sudah dua hari mencari gas tidak ada. Tadi kami pergi ke pangkalan pun tidak ada, belum masuk. Mulai dari pangkalan, kedai-kedai, dan grosir pun tidak ada. Biasanya mudah, tapi sekarang sudah dua hari sulit mencari gas," ungkap Atik, Kamis (27/7/2023).

ADVERTISEMENT

Akibat sulitnya mendapatkan gas 3 kg, Atik terpaksa meminjam kompor minyak tanah milik tetangga untuk tetap bisa memasak di rumah, meskipun dia memiliki tabung gas dan kompor gas di rumahnya.

"Beginilah, masak pakai kompor biasa minyak lampu, inipun kompornya pinjam tadi dari tetangga biar bisa masak," kata Atik.

Pemilik pangkalan resmi gas LPG 3 kilogram bersubsidi di kawasan Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, Deli Serdang, bernama Dony, mengungkapkan bahwa permintaan gas dari masyarakat saat ini sangat tinggi, sehingga pasokan gas di pangkalan miliknya cepat habis. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh ketersendatan atau kehabisan ketersediaan gas di beberapa wilayah di Kota Medan dan Deli Serdang.

"Gas ini sebenarnya tetap masuk, cuma pembelinya terlalu banyak saat ini. Meskipun gasnya ada, tapi jika pembelinya lebih banyak daripada barang yang disediakan, maka gas cepat habis. Pembeli datang dari mana-mana, kalau tidak diberikan gas, kasihan mereka ingin memasak. Mungkin pangkalan tempat mereka berada juga mengalami ketersendatan, sehingga gas cepat habis," ungkap Dony.

Saat ini, masyarakat berharap pemerintah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang segera mengambil tindakan atas kelangkaan gas LPG tiga kilogram yang dikeluhkan oleh warga. Pemilik pangkalan juga berharap agar pihak pertamina atau agen menambah kuota gas untuk dipangkalan, sehingga dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Jika hari ini gas di sini habis lagi, harapan kita setiap pangkalan tetap dipasok gas dan kalau bisa ditambah, agar masyarakat bisa mendapatkan gas dengan cukup," harapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menghadap Prabowo, Bahlil Pastikan Stok BBM-LPG Aman

Menghadap Prabowo, Bahlil Pastikan Stok BBM-LPG Aman

EKONOMI
Tekan Impor Energi, Pemerintah Percepat Proyek DME Kutai Timur

Tekan Impor Energi, Pemerintah Percepat Proyek DME Kutai Timur

EKONOMI
Polri Bongkar Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, Negara Rugi Rp 6 M

Polri Bongkar Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, Negara Rugi Rp 6 M

JAWA TENGAH
Bahlil Pastikan Stok Energi Nasional Aman meski Timur Tengah Memanas

Bahlil Pastikan Stok Energi Nasional Aman meski Timur Tengah Memanas

EKONOMI
Tekan Ketergantungan Impor LPG, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG

Tekan Ketergantungan Impor LPG, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG

EKONOMI
Pemprov Jakarta Bakal Sidak LPG Subsidi di Hotel hingga Restoran

Pemprov Jakarta Bakal Sidak LPG Subsidi di Hotel hingga Restoran

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon