Terakhir pada 2014, Hutan Mangrove di Pantura Mengering
Kamis, 12 Oktober 2023 | 11:27 WIB
Pekalongan, Beritasatu.com - Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Indonesia beberapa bulan terakhir menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan, termasuk kawasan hutan mangrove di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Seluruh lahan hutan yang biasanya terisi penuh oleh air, kini berubah menjadi daratan yang kering dan gersang, bahkan tanahnya menjadi retak-retak.
Kondisi mengeringnya lahan hutan mangrove yang berada di Desa Mulyorejo ini merupakan suatu fenomena yang langka. Jika biasanya lahan hutan ini dipenuhi air, tetapi berbeda saat musim kemarau seperti saat ini. Seluruh lahan berubah menjadi hamparan daratan yang kering dan gersang, bahkan tekstur tanahnya menjadi retak-retak.
Kondisi ini terjadi karena tidak adanya hujan selama beberapa bulan terakhir. Fenomena ini baru terjadi selama hampir sepuluh tahun terakhir, setelah terakhir terjadi pada 2014 lalu.
"Pada tahun ini, daratan yang air sudah puluhan tahun, pada tahun ini bisa terlihat kembali karena air yang menggenang persawahan habis," kata Nurul Huda, anggota kelompok tani Mulyorejo, Kamis (12/10/2023).
Diketahui sebelum menjadi kawasan wisata hutan mangrove, kawasan ini merupakan lahan persawahan, tetapi sejak datangnya bencana banjir rob, lahan persawahan tidak bisa digunakan.
Berkat ide kreatif masyarakat Desa Mulyorejo, kawasan persawahan yang terdampak rob ini diubah menjadi kawasan wisata hutan mangrove sebagai sarana edukasi. Selain itu, kawasan ini juga terdapat wahana perahu keliling yang menyusuri kawasan hutan mangrove.
Namun, semenjak dilanda kemarau dan kawasan hutan mangrove mengering, wahana perahu keliling tidak dapat beroperasi lagi, tak hanya itu, pembibitan pohon mangrove yang baru ditanam juga menjadi terhambat karena kurangnya pasokan air.
"Untuk dampaknya, kita sendiri ada satu kelompok mangrove yang mempunyai beberapa bidang yaitu wisata dan pembibitan. Kelompok kita mengalami kesulitan untuk pembibitan mangrove, dan wahana perahu tidak bisa kita jalankan lagi karena habisnya air di dalam hutan mangrove," terang Nurul Huda.
Kini pengelola wisata berharap hujan segera turun agar seluruh kegiatan di Kawasan wisata hutan mangrove kembali beroperasi normal kembali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




