Genap 1 Tahun Pilot Susi Air Disandera KKB, Kapolda Papua Bertemu Dubes Selandia Baru
Rabu, 7 Februari 2024 | 13:24 WIB
Jayapura, Beritasatu.com – Hari ini, Rabu (7/2/2024) genap setahun pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mahrtens disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. Kapten Philips disandera sejak 7 Februari 2023 lalu.
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berupaya untuk membebaskan pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut.
"Kami aparat gabungan masih terus berupaya dengan segala cara untuk membebaskan Kapten Philips, tentunya dengan cara persuasif. Kami masih mengedepankan upaya negoisasi," ungkap Irjen Fakhiri seusai menggelar pertemuan dengan Duta besar Selandia Baru untuk Indonesia, Kevin Jeffery Burnet di Polda Papua, Rabu (7/2/2024).
Menurut Irjen Fakhiri, hingga kini baik polisi, TNI maupun Pemda Kabupaten Nduga dibantu masyarakat masih terus berupaya melakukan pendekatan kepada KKB pimpinan Egianus Kogoya agar dapat segera membebaskan Kapten Philips.
"Semua pihak kita libatkan, termasuk keluarga dari Egianus Kogoya. Kami harap akan ada kesepakatan yang baik untuk membebaskan Kapten Philip dan proses negosiasi ini memang membutuhkan waktu," ujar Fakhiri.
Dari informasi yang diterima, kapolda menjelaskan pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens masih berada bersama KKB pimpinan Egianus Kogoya.
"Laporan yang saya terima dia (Kapten Philip) masih berada di tangan Egianus Kogoya dan kondisinya sehat. Jadi intinya pilot dalam keadaan sehat dan negoisasi terus berjalan. Mau 1 tahun atau 10 tahun juga tidak masalah, yang penting dia (Kapten Philip) dalam keadaan sehat," jelas Fakhiri.
Kapolda juga menjelaskan bila pertemuan dengan dubes Selandia Baru membahas terkait upaya yang akan dilakukan kedua negara untuk mempercepat proses pembebasan pilot tersebut.
"Tentunya kami memberi penjelasan kepada mereka tentang langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah, aparat TNI-Polri di tanah Papua yang bertugas untuk menyelamatkan pilot tersebut," jelas Kapolda.
Menurutnya, pihak Selandia Baru mengapresiasi langkah langkah yang telah dilakukan oleh Polda Papua dan tidak mempermasalahkan terkait durasi waktu pembebasan.
"Tentunya kami tidak melihat dari durasi waktu tetapi bagaimana bekerja menggunakan semua unsur-unsur yang ada di Nduga dan mungkin di Papua. Yang kedua tentunya yang sangat penting bagi kami bahwa Pemerintah Selandia Baru masih mengaku kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," beber Irjen Fakhiri.
Kapolda juga menyampaikan bila ada pihak-pihak lain yang selama ini memutarbalikkan fakta dan memanfaatkan situasi penyanderaan Kapten Philip untuk kepentingan pribadi.
Seperti diketahui KKB pimpinan Egianus Kogoya menyandera kapten Philips seusai pesawat Susi Air yang dipilotinya mendarat di lapangan terbang Paro Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada 7 Februari 2023 lalu. Selain menyandera Kapten Philip, KKB juga membakar pesawat tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




