ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tabrakan Adu Banteng di Indramayu, 2 Pelajar SMPN Tewas dan 2 Lainnya Luka Berat

Jumat, 1 Maret 2024 | 17:05 WIB
CK
BW
Penulis: Candra Kurnia | Editor: BW
Empat pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 di Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terlibat tabrakan adu banteng, Kamis 29 Februari 2024. Dua tewas dan dua orang lainnya mengalami luka berat.
Empat pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 di Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terlibat tabrakan adu banteng, Kamis 29 Februari 2024. Dua tewas dan dua orang lainnya mengalami luka berat. (Beritasatu.com/Candra Kurnia)

Indramayu, Beritasatu.com - Empat pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 di Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terlibat tabrakan adu banteng. Dua tewas dan dua orang lainnya mengalami luka berat.

Kecelakaan itu terjadi pada Kamis (29/2/2024) sore, keempat pelajar itu hendak pulang sekolah menuju rumah mereka masing-masing dengan menggunakan dua kendaraan roda dua dan melaju beriringan.

Namun, salah satu motor dari mereka menyalip kendaraan lainnya. Saat tiba di lokasi kejadian, satu kendaraan yang menyalip itu memutar arah untuk menghampiri temannya. Namun motor yang dikendarai melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tabrakan pun tak terhindarkan.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Pasekan, Eko Raharjo, mereka melaju dengan kecepatan tinggi sehingga terjadi adu banteng.

ADVERTISEMENT

"Jadi kronologi kejadian kemarin yang menimpa siswa kami, sebetulnya kejadiannya itu pada saat pulang sekolah. Siswa inisial S dan inisial Y itu menggunakan motor Satria, sedangkan siswa inisial A dan inisial G itu menggunakan motor Honda Vario. Awalnya, siswa yang mengendarai motor Satria dan siswa yang mengendarai motor Vario itu berjalan beriringan menuju rumah masing-masing," ungkapnya saat ditemui di RSUD Indramayu, Jumat (1/3/2024).

Kemudian, informasi dari temannya berinisial T, motor Satria terlebih dahulu melewati motor Vario. Namun, dari jarak sekitar kurang lebih 50 meter, motor Satria itu kemudian berbalik arah. Lalu pada saat motor Satria berbalik arah, di depan motor Vario ada penjual mainan dengan menggunakan motor dengan muatan yang penuh. Sehingga, pandangan pengendara motor Vario menjadi tidak jelas.

Pengendara Vario menyalip motor klenengan ke arah kanan. Namun, di depan ada motor Satria yang dahulu berbalik arah. “Terjadilah benturan atau tabrakan tidak terhindar, adu banteng," lanjutnya.

Eko mengatakan, satu orang siswanya meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu orang lainnya meninggal di perjalanan menuju rumah sakit.

"Total yang meninggal dikonfirmasi ada dua orang anak, menurut informasi yang satu meninggal di tempat dengan luka di bagian kepala. Yang satunya tidak ada luka, mungkin luka dalam dan meninggalnya pada saat perjalanan menuju rumah sakit," katanya.

Selain korban meninggal, Eko menambahkan, terdapat dua orang siswanya yang mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Indramayu.

"Total yang mengalami kecelakaan 4 orang anak, yang meninggal dua orang, sedangkan dua orang lagi sekarang masih berada di rumah sakit. Saya tengok kemarin, tangan kanan kiri dan kaki kanan itu patah. Satunya lagi mungkin luka di bagian dalam, indikasinya luka berat semua. Yang meninggal itu kelas 7 semua, yang luka berat itu kelas 9 inisial S, dan kelas 7," tambahnya.

Menurut Humas RSUD Indramayu, Tarmudi, korban meninggal akibat kecelakaan yang melibatkan siswa SMPN 1 Pasekan, karena mengalami luka di bagian kepala.

"Kalau yang meninggal dominasinya cedera kepala (benturan kepala), ya mungkin sepertinya tidak menggunakan helm pelindung kepala, jadi ketika terjadi benturan langsung terjadi mungkin pendarahan otak. Langsung meninggal jadi dibawa ke RSUD Indramayu dalam keadaan meninggal," ujarnya kepada Beritasatu.com.

Selain itu, Tarmudi menjelaskan, dua korban lainnya saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruang NCCU dan Cengkir 1 karena mengalami patah tulang.

"Yang satu ada beberapa fraktur di bagian tulang kaki kanan kiri, dan tangan yang satunya dengan kondisi fraktur fibula (dominasinya luka patah tulang)," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon