Mahasiswa Yogyakarta Ciptakan Nanospray Anti-Aging dari Rambut Jagung
Kamis, 11 September 2025 | 11:22 WIB
Bantul, Beritasatu.com - Harga jagung yang kerap berfluktuasi membuat petani sering merugi. Kondisi ini mendorong sekelompok mahasiswa di Yogyakarta melakukan terobosan dengan memanfaatkan potensi rambut jagung yang selama ini dianggap limbah. Mereka menciptakan nanospray anti-aging berbahan dasar rambut jagung.
Kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini dipimpin oleh Salwa Hayati Fajri, bersama anggota timnya Sri Jofita Tatu, Lu’lul Aulia Saniah Syafwan, Selsi Nuryanti, dan Syahda Aulia Tamyiz.
“Kami ingin riset ini tidak hanya bermanfaat di bidang kesehatan, tetapi juga bisa membantu sektor pertanian. Rambut jagung yang sering dibuang ternyata punya potensi besar jika diolah dengan benar,” ujar Salwa, Kamis (11/9/2025).
Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY ini menjelaskan, rambut jagung dipilih karena mengandung antioksidan yang mampu menghambat tanda-tanda penuaan kulit. Namun, kandungan antioksidannya relatif rendah sehingga perlu dikombinasikan dengan kunyit yang memiliki khasiat serupa.
“Rambut jagung kami jadikan sumber utama antioksidan, sementara kunyit memperkuat efeknya. Agar praktis, kami memilih bentuk nanospray supaya mudah digunakan dan dibawa ke mana saja,” imbuhnya.
Dalam prosesnya, tim menggunakan teknologi nanostructured lipid carrier (NLC), sebuah sistem penghantaran zat aktif yang membuat kandungan lebih mudah menembus lapisan kulit. Teknologi ini penting karena kunyit secara alami sulit diserap kulit.
“Dengan NLC, kandungan antioksidan dari kunyit dan rambut jagung bisa masuk lebih baik tanpa merusak struktur alaminya. Harapannya, produk ini tidak hanya praktis, tapi juga efektif dan aman digunakan,” jelas Salwa.
Pengembangan nanospray ini memerlukan waktu sekitar 2-3 bulan untuk tahap formulasi. Tim harus melakukan serangkaian uji coba guna menyesuaikan konsentrasi bahan agar stabil dan seimbang. “Optimasi konsentrasi adalah bagian paling menantang. Kami harus memastikan formula benar-benar tepat,” katanya.
Produk ini juga melewati tahap uji laboratorium, termasuk uji toksisitas dan uji pH, untuk memastikan keamanan pemakaian sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping.
Selain menghadirkan inovasi kecantikan yang efektif, kelompok mahasiswa ini berharap hasil penelitian mereka bisa memberi manfaat ekonomi bagi petani jagung. “Semoga riset ini bisa membuka peluang ekonomi baru sehingga rambut jagung yang selama ini dianggap limbah justru bernilai tinggi,” pungkas Salwa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




