5 Warga Dibantai KKB di Yahukimo, Papua Kembali Mencekam!
Selasa, 23 September 2025 | 23:46 WIB
Yahukimo, Beritasatu.com - Situasi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan kembali memanas. Lima warga sipil sebagai pendulang emas tradisional diduga menjadi korban pembantaian yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Seradala.
Wakil Kepala Satuan Tugas (Wakasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz Kompol Yusuf Tauziri menyebutkan, pelaku pembantaian diduga kuat merupakan KKB pimpinan Elkius Kobak.
“Informasi yang kami terima, para korban adalah pendulang emas ilegal di Distrik Seradala, tepatnya di Kampung Bingki, dan pelakunya KKB Elkius Kobak,” ungkap Kompol Yusuf Tauziri kepada wartawan, Selasa (23/9/2025).
Berdasarkan keterangan saksi, pembantaian berlangsung selama dua hari, mulai Minggu (20/9/2025) malam hingga Senin (21/9/2025).
Pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIT, dua pendulang emas ditemukan tewas di Jalan Poros Kampung Bingki dengan luka kekerasan di tubuh mereka. Menyusul insiden itu, para penambang berencana meninggalkan lokasi, namun gagal karena cuaca buruk.
“Keesokan harinya, Senin pagi, KKB menyerang Camp Kali Kulum dengan panah dan senjata api, menyebabkan kepanikan luar biasa. Tiga orang kembali menjadi korban,” terangnya.
Upaya menuju lokasi kejadian sempat dilakukan pada Senin, tetapi tim terkendala kontak tembak yang terjadi di sekitar wilayah itu. Akibatnya, evakuasi ditunda untuk menjaga keselamatan personel.
Selain itu, hujan deras yang mengguyur Yahukimo pada Selasa pagi menyebabkan arus sungai menjadi deras dan berbahaya, sehingga rencana evakuasi kembali dibatalkan.
“Evakuasi tidak bisa dilakukan hari ini karena hujan sangat lebat. Sungai tidak bisa diseberangi,” ujarnya.
Evakuasi dijadwalkan akan kembali dilaksanakan, Rabu (24/9/2025) bergantung pada kondisi cuaca dan keamanan di lapangan.
Untuk menjaga stabilitas wilayah, TNI dan Polri akan memperkuat patroli dan pengamanan di sekitar Yahukimo. Hal ini dilakukan guna mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan dan memulihkan rasa aman masyarakat.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami akan tingkatkan patroli dan terus bekerja sama dengan masyarakat,” tegasnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang, waspada, dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan terdekat.
“Kerja sama semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan Papua,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




