Prabowo Minta Program Pengembangan Pertanian di Papua Dilanjutkan
Kamis, 18 Juni 2026 | 19:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto meminta program pengembangan pertanian di Papua terus dilanjutkan dan diperkuat seiring manfaatnya yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman setelah menghadap Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Menurut Amran, pemerintah terus mempercepat pembangunan pertanian di Papua melalui dukungan anggaran terbesar sepanjang sejarah. Pada 2025 dan 2026, total dukungan anggaran pertanian untuk Papua mencapai sekitar Rp 5,5 triliun.
Dikatakan Amran, Presiden Prabowo meminta agar program bantuan pertanian yang berdampak langsung kepada masyarakat terus dilanjutkan.
"Kami berikan bantuan di sana (wilayah Papua) tahun ini Rp 3,2 triliun, tahun lalu Rp 2 triliun totalnya Rp 5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada bapak presiden, beliau mengatakan ini lanjutkan. Bantuan ini, bantuan langsung ke rakyat," ujar Amran.
Adapun bantuan tersebut mencakup hibah alat dan mesin pertanian seperti traktor, serta dukungan pengembangan lahan sawah untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan.
Amran menyampaikan, Kementan sebelumnya juga telah menerima sekitar 200 perwakilan daerah yang terdiri atas gubernur, bupati, kepala dinas, dan petani dari wilayah Papua. Pertemuan tersebut membahas kebutuhan pengembangan sektor pertanian di wilayah Papua.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pemerintah daerah juga mengusulkan penambahan program cetak sawah.
Merespons hal tersebut, mentan menegaskan pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
"Kemudian sawah, bahkan dari beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah, termasuk Papua Barat dan lain-lain. Ini kita tambah," ungkap Amran.
Sementara itu, sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian nasional, Amran menyampaikan pemerintah juga mempercepat program hilirisasi komoditas perkebunan bersama BUMN pangan.
Program tersebut difokuskan pada pengembangan dan penanaman komoditas bernilai tambah seperti kakao, kopi, jambu mete, kelapa, dan tebu guna meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.
Pemerintah sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9,5 triliun untuk pengembangan komoditas tersebut dengan target 870.000 hektare (ha) kebun rakyat pada periode 2025-2027.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi lokal, khususnya di desa-desa sentra perkebunan.
"Kami sudah lakukan bersama teman-teman BUMN pangan di 2025. Kami lanjutkan 2026 dan 2027. Total luasan untuk petani itu adalah 870.000 hektare termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua," pungkas Amran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




