Evakuasi Korban KKB Yahukimo: 5 Jenazah dan 1 Pendulang Selamat
Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:43 WIB
Yahukimo, Beritasatu.com - Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Brimob Polda Papua, Polres Yahukimo, dan Kodim 1715 Yahukimo berhasil mengevakuasi lima jenazah dan satu korban selamat dari lokasi pembantaian oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengungkapkan korban selamat bernama Yohanes Bouk alias Nando ditemukan pada Rabu (1/10/2025) malam dalam kondisi lemas akibat malaria. Yohanes bertahan hidup dengan bersembunyi di lubang hutan selama lima hari tanpa makanan, hanya meminum air kali.
“Sekitar pukul 22.30 WIT, tim berhasil mengevakuasi Yohanes yang kemudian langsung dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapat perawatan intensif,” katanya, Kamis (2/10/2025).
Selain itu, tim juga menemukan tiga jenazah pendulang emas di lokasi Kali Kulum, Distrik Seradala. Ketiganya adalah Marselino Lumare (32) asal Sanger, Yunus Agama (29) asal Maluku, dan Roberto Agama (37) asal Sanger. Seluruh jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka tembak dan sayatan senjata tajam.
Pada Kamis pagi, dua jenazah tambahan ditemukan di Camp Ekskavator Kali I, Distrik Seradala. Mereka adalah Andika Pratama dan Fikram Amiman, keduanya asal Sanger. “Dengan penemuan ini, hingga Kamis malam, tim gabungan sudah mengevakuasi tujuh korban tewas dan lima korban selamat,” jelas Kombes Yusuf.
Sebelumnya, pada 26 September 2025, aparat mengevakuasi dua jenazah dari Kampung Bingki, yakni Desen Domungus dan Maselinus. Sehari kemudian, empat korban selamat juga berhasil diamankan di Kali Kabur, Distrik Seradala, masing-masing Bakri Laode, Febri alias Basir, Tarik Baruba alias Taslim, dan Berti Oliver Dias.
Kepala Ops Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan, pihaknya masih fokus melakukan evakuasi dan pengejaran pelaku. “Kelompok yang bertanggung jawab adalah KKB pimpinan Kopitua Heluka dari Kodap XVI Yahukimo. Kami akan kejar dan tangkap para pelaku. Tidak ada ruang bagi kejahatan bersenjata di Papua,” tegasnya.
Tragedi berdarah ini terjadi pada 21 September 2025, ketika KKB menyerang pekerja tambang emas ilegal di sejumlah titik di Distrik Seradala. Faktor cuaca buruk dan gangguan tembakan membuat aparat baru bisa masuk ke lokasi pada 26 September.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




