Kontak Tembak dengan KKB Warnai Evakuasi 4 Pendulang di Yahukimo
Sabtu, 27 September 2025 | 20:14 WIB
Yahukimo, Beritasatu.com – Tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz, Polres Yahukimo, dibantu TNI berhasil mengevakuasi empat pendulang emas yang selamat dari aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Bingki, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (27/9/2025).
Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kompol Yusuf Tauziri, menjelaskan, proses evakuasi awalnya berjalan lancar. Tim berhasil mencapai titik persembunyian para pendulang yang melarikan diri ke hutan sejak aksi brutal KKB pada Minggu dan Senin pekan lalu.
“Waktu kejadian mereka ini melarikan diri ke dalam hutan dan bersembunyi di sana,” kata Kompol Yusuf.
Namun, saat proses evakuasi berlangsung, tim gabungan mendapat gangguan tembakan dari KKB. Aparat terpaksa membalas hingga sempat terjadi kontak tembak di lokasi.
“Ada gangguan tembakan, tetapi kita berhasil membalas dan mampu menguasai situasi sehingga evakuasi bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Empat pendulang yang berhasil diselamatkan adalah Bakri Laode (38) asal Bau-Bau, Febri alias Basir (46) asal Donggala, Tarik Baruba alias Taslim (44) asal Sangihe, dan Berti Oliver Dias (30) asal Ambon.
“Setelah berhasil dievakuasi, tim gabungan bersama korban selamat bergeser menuju Polres Yahukimo untuk konsolidasi dan pemeriksaan kesehatan,” tambah Kompol Yusuf.
Atas keberhasilan itu, Kaops Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani memberikan apresiasi kepada personel di lapangan yang tetap profesional meski menghadapi kontak senjata.
“Meskipun sempat terjadi kontak tembak dengan KKB, tim tetap mampu melaksanakan misi evakuasi dengan aman dan menyelamatkan warga. Ini menunjukkan komitmen kuat kami melindungi masyarakat di Tanah Papua,” ujar Brigjen Faizal.
Ia menegaskan, Operasi Damai Cartenz akan terus mengedepankan penegakan hukum humanis sekaligus menjaga keamanan masyarakat sipil di wilayah rawan konflik.
“Kami akan melakukan langkah-langkah taktis dan koordinatif bersama seluruh unsur aparat keamanan untuk memastikan stabilitas di Yahukimo. Penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata akan dilakukan secara terukur dan profesional,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




