Menko Polkam: Kontak Tembak di Yahukimo untuk Jaga Keamanan Warga
Rabu, 22 April 2026 | 00:21 WIB
Yahukimo, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyatakan insiden kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Djamari seusai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan ke RSUD Dekai, Yahukimo, pada Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan langkah yang dilakukan aparat bertujuan melindungi warga, sekaligus menciptakan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan nasional.
“Seluruh upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap aman. Stabilitas keamanan sangat penting agar pembangunan dapat berjalan dengan baik, dan itu menjadi tanggung jawab TNI maupun Polri,” ujarnya Djamari dikutip dari Antara, Selasa (21/4/2026).
Djamari menambahkan pengamanan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua.
Menurutnya, kondisi yang stabil menjadi faktor utama dalam merealisasikan berbagai program prioritas pemerintah.
“Langkah ini sudah berjalan, masih berlangsung, dan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar kondusif sehingga pembangunan dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyinggung adanya penangkapan anggota KKB oleh Satgas Cartenz beberapa waktu lalu, yang disebutnya sebagai bagian dari upaya penegakan hukum.
“Itu adalah saudara kita yang berada di wilayah hutan dan kemudian diamankan oleh aparat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Djamari memastikan bahwa kondisi keamanan di Yahukimo secara umum berada dalam situasi aman dan terkendali.
Menurutnya, aparat keamanan terus menjalankan langkah-langkah terukur untuk menjaga stabilitas sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kontak tembak terjadi pada pekan lalu saat tim gabungan tengah melakukan patroli di ruas Jalan Trans Papua. Insiden bermula ketika kendaraan taktis aparat terkena tembakan.
Personel kemudian melakukan balasan sebagai respons atas serangan tersebut. Situasi kembali memanas ketika kelompok bersenjata melepaskan tembakan dari dua sisi, yakni kanan dan kiri jalan.
Aparat kembali membalas tembakan, sementara dari arah hutan terdengar suara yang mengindikasikan keberadaan kelompok tersebut.
Djamari menilai peristiwa tersebut merupakan bagian dari upaya aparat dalam memastikan keamanan, menciptakan perdamaian, serta mendukung kelancaran pembangunan di wilayah tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




