ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wapres Gibran Dapat Gelar Adat Kaicil Kastela dari Sultan Ternate

Jumat, 17 Oktober 2025 | 00:03 WIB
SN
RA
Penulis: Sahrudin Nurdin | Editor: RP
Wapres Gibran saat dianugerahi gelar adat kehormatan yakni Kaicil Kastela dari Sultan ke-49 Ternate, Hidayatullah Sjah di Kadaton Kesultanan Ternate, Kamis 16 Oktober 2025.
Wapres Gibran saat dianugerahi gelar adat kehormatan yakni Kaicil Kastela dari Sultan ke-49 Ternate, Hidayatullah Sjah di Kadaton Kesultanan Ternate, Kamis 16 Oktober 2025. (Beritasatu.com/Sahrudin Nurdin)

Ternate, Beritasatu.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dianugerahi gelar adat kehormatan yakni Kaicil Kastela atau seorang pangeran dari Kesultanan Ternate. Dalam prosesi pemberian gelar adat ini, Gibran langsung disematkan pakaian adat Ternate oleh Sultan ke-49 Ternate, Hidayatullah Sjah, di Kadaton Kesultanan Ternate, Kamis (16/10/2025).

Setelah penganugerahan, Wapres Gibran dalam balutan pakaian adat Ternate berwarna hitam dan tersenyum menyapa masyarakat yang hadir pada festival Legu Tara No Ate, di Lapangan Perikanan Nusantara, Ternate Selatan.

ADVERTISEMENT

Dalam prosesi itu, pantauan Beritasatu.com di lokasi, Gibran bersama Sultan Ternate dan permaisuri Boki Alwia Annisa H Sjah, ditandu menuju lokasi acara. Festival dibuka secara resmi oleh Gibran, Sultan Ternate, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wali Kota Ternate M Tauhid Solemen, Kapolda Maluku Utara, dan Pangdam 16 Patimura dengan memukul tiva bersama.

Atas anugerah gelar adat tersebut, Gibran menyampaikan rasa terima kasih kepada Sultan Ternate.

“Terima kasih kepala Sultan Ternate karena saya sudah mendapatkan gelar kehormatan sebagai Kaicil Kastela. Ini artinya saya harus lebih sering lagi ke Ternate,” ucap Gibran dalam sambutannya.

Sementara itu, Sultan Ternate Hidayatullah Sjah menilai Gibran layak menerima gelar Kaicil Kastela karena kepeduliannya terhadap budaya. Ia juga sempat berterima kasih kepada Gibraan karena berkesempatan membuka kembali festival Legu Tara No Ate setelah sempat terhenti beberapa tahun lalu.

“Dalam kunjungan di Maluku dan Maluku Utara, masih berkesempatan membuka kegiatan festival budaya yang kami lakukan di wilayah Ternate Selatan. Festival ini sudah sering kami lakukan beberapa tahun lalu, namun terhenti karena ayah saya meninggal. Maka sekarang ini baru kami memulai lagi,” ungkapnya.

Senada dengan Sultan Ternate Hidayatullah Sjah, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyebut festival budaya Legu Tara No Ate menjadi ruang perjumpaan lintas generasi, etnis, dan keyakinan untuk memperkuat jati diri masyarakat. Ia berharap festival ini dapat masuk dalam program karisma event nusantara (KEN) 2026.


“Mohon berkenan kepada Bapak Gibran, demi menjaga nilai luhur bangsa ini terus berkelanjutan kiranya Legu Tara No Ate bisa menjadi bagian dari karisma event nusantara (KEN) 2026 nanti,” ujar Sherly.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon