Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang, Warga Aceh Minta Direlokasi
Minggu, 30 November 2025 | 08:51 WIB
Aceh Tenggara, Beritasatu.com — Puing-puing kayu dan batu yang masih berserakan di lokasi banjir bandang menggambarkan betapa dahsyat peristiwa pada Rabu (26/11/2025) malam. Warga Aceh yang kehilangan rumah dan harta benda kini kebingungan, berharap pemerintah memberikan relokasi agar dapat kembali beraktivitas normal.
Dari rekaman drone terlihat jelas bahwa deretan rumah yang sebelumnya berdiri di bantaran Sungai Alas kini hilang tanpa jejak. Tidak ada lagi bangunan tersisa di lokasi yang telah rata disapu arus.
Salah satu korban, Rasidah, warga Desa Bener Mepapah, menceritakan bagaimana rumahnya hilang bersama tanah tempat bangunan itu berdiri.
“Pada malam Kamis, air mulai menggerus bagian belakang rumah yang jaraknya sekitar empat meter. Lalu malam Jumat, rumah semi permanen kami ambruk akibat longsor dari gerusan air sungai,” ucap Rasidah dengan nada sedih.
Meski rumah dan tanahnya hilang, ia bersyukur masih sempat menyelamatkan sebagian harta benda berkat bantuan warga sekitar.
“Harta benda sempat diselamatkan. Sekarang barang-barang rumah tangga saya titipkan di rumah tetangga,” ujarnya.
Rasidah menegaskan, dirinya bersama warga lain yang terdampak sangat berharap mendapatkan relokasi ke tempat yang aman.
“Saya mewakili warga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang ini berharap direlokasi ke tempat yang lebih aman, karena tanah dan bangunan kami sudah tidak ada lagi. Lokasi itu sudah tidak layak dan tidak aman,” harapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




