Hampir Sebulan Mengungsi, Korban Banjir Pidie Jaya Tunggu Hunian Layak
Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:20 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com - Korban banjir bandang di desa pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dan membutuhkan kepastian terkait hunian sementara maupun hunian tetap.
Muntasir, warga Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mengatakan para korban banjir belum memperoleh kejelasan kapan akan dipindahkan ke tempat tinggal yang lebih layak.
“Hingga saat ini, kami belum mendapatkan kepastian kapan dipindahkan ke hunian yang layak. Sekarang kami masih mengungsi di tenda-tenda di desa tetangga,” kata Muntasir, dikutip dari Antara, Sabtu (17/1/2026).
Gampong Lhok Sandeng berada di kawasan hulu Krueng Meureudu. Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu melanda sepanjang daerah aliran sungai tersebut, dari wilayah hulu hingga hilir.
Menurut Muntasir, rumah yang ditempati keluarganya berada tidak jauh dari aliran sungai dan ikut terseret arus saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut.
“Sekitar 20 rumah di Gampong Lhok Sandeng terdampak banjir bandang. Sebagian besar rumah ambruk dan hanyut terbawa arus sungai yang deras,” ujarnya.
Selain permukiman warga, banjir bandang juga merusak infrastruktur penghubung antarwilayah. Jembatan Lhok Sandeng yang menjadi akses utama menuju desa tetangga rusak akibat terjangan banjir. Saat ini, akses sementara menggunakan jembatan darurat dari batang kelapa yang hanya dapat dilalui kendaraan berukuran sedang.
Muntasir menuturkan, para korban telah hampir satu bulan tinggal di tenda pengungsian yang berada di Desa Sarah Mane. Sebelumnya, warga sempat mengungsi di masjid desa setempat.
“Kami sudah hampir sebulan mengungsi di tenda. Awalnya kami menumpang di masjid Desa Sarah Mane, sebelum akhirnya dipindahkan ke tenda darurat,” katanya.
Ia juga menyebutkan, rencana pembangunan hunian sementara bagi korban banjir terkendala persoalan ketersediaan lahan.
“Informasi yang kami terima, pembangunan hunian sementara terkendala lahan. Kami berharap masalah ini segera diselesaikan,” ujar Muntasir.
Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian hunian, terlebih bulan suci Ramadan semakin dekat.
“Bulan puasa tidak lama lagi. Kami berharap hunian bagi korban banjir bisa segera dibangun agar kami bisa menjalani ibadah Ramadan dengan lebih nyaman,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




