ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pidie Jaya Kembali Perpanjang Tanggap Darurat Bencana untuk Ke-5 Kali

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:01 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Warga menyisir daerah yang terdampak banjir bandang dan luapan Krueng (Sungai) Meureudu di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025).
Warga menyisir daerah yang terdampak banjir bandang dan luapan Krueng (Sungai) Meureudu di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor untuk kelima kalinya terhitung sejak 29 Januari hingga 12 Februari 2026. Perpanjangan selama 14 hari ini karena penanganannya belum tuntas. 

"Perpanjangan ini karena masih berlangsungnya proses penanganan darurat banjir bandang yang melanda akhir November 2025 dan pemulihan awal di wilayah terdampak banjir bandang," kata Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dikutip dari Antara, Rabu (28/1/2026). 

Bupati mengatakan keputusan perpanjangan masa tanggap darurat bencana ditetapkan dalam rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie Jaya pada Selasa (27/1/2026) malam. 

ADVERTISEMENT

Menurut Malasyi, rapat tersebut memutuskan perpanjangan status tanggap darurat karena beberapa kondisi penanganan yang belum selesai. Seperti banyak fasilitas publik seperti kantor kepala desa, meunasah, sekolah, dan lainnya masih tertimbun lumpur. 

Begitu juga dengan ruas jalan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi masih ada yang tertimbun lumpur dan bahkan sudah mengeras, sehingga sulit dibersihkan tanpa dukungan alat berat. 

"Perpanjangan status tanggap darurat bencana ini sebagai langkah strategis dan memastikan penanganan darurat pascabencana berjalan optimal, terkoordinasi, dan berkelanjutan," kata Malasyi. 

Bupati menyebutkan perpanjang status tanggap darurat bencana tersebut juga untuk memastikan penyediaan logistik, layanan kesehatan, air bersih, dam perlindungan kelompok rentan terpenuhi 

"Perpanjangan status tersebut juga diperlukan guna mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025," katanya.

Bupati mengharapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana tersebut bermanfaat bagi masyarakat terdampak, sekaligus menjadi fondasi dalam memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

"Kami juga menegaskan komitmen Pemkab Pidie Jaya untuk terus hadir dan memastikan keselamatan dan pemulihan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami juga berharap koordinasi dan sinergi lintas sektor berjalan efektif, sehingga penanganan bencana berjalan cepat dan tepat," pungkas Malasyi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kisah Korban Banjir Pidie Jaya Merajut Asa Berjualan Takjil di Huntara

Kisah Korban Banjir Pidie Jaya Merajut Asa Berjualan Takjil di Huntara

NUSANTARA
Sungai Pidie Jaya Butuh Sabo Dam hingga Tanggul Permanen Atasi Banjir

Sungai Pidie Jaya Butuh Sabo Dam hingga Tanggul Permanen Atasi Banjir

NUSANTARA
739 Huntara Dibangun di Pidie Jaya, BPBD: Progresnya Sudah 80 Persen

739 Huntara Dibangun di Pidie Jaya, BPBD: Progresnya Sudah 80 Persen

NUSANTARA
Huntara bagi Warga Pidie Jaya

Huntara bagi Warga Pidie Jaya

MULTIMEDIA
UGM Kirim 30 Mahasiswa KKN-PPM Peduli Bencana ke Aceh

UGM Kirim 30 Mahasiswa KKN-PPM Peduli Bencana ke Aceh

NUSANTARA
Pidie Jaya Target Semua Pengungsi Pindah ke Huntara sebelum Ramadan

Pidie Jaya Target Semua Pengungsi Pindah ke Huntara sebelum Ramadan

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon