ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sungai Pidie Jaya Butuh Sabo Dam hingga Tanggul Permanen Atasi Banjir

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:34 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Foto udara pembangunan tanggul Sungai Krueng Meureudu di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Senin (16/2/2026). Pembangunan tanggul sungai tersebut sebagai upaya menormalisasi Krueng Meureudu pascabencana banjir bandang November 2025.
Foto udara pembangunan tanggul Sungai Krueng Meureudu di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Senin (16/2/2026). Pembangunan tanggul sungai tersebut sebagai upaya menormalisasi Krueng Meureudu pascabencana banjir bandang November 2025. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Banda Aceh, Beritasatu.com – Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyatakan untuk pemulihan sungai di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh memerlukan pembangunan sabo dam (bangunan pengendali) hingga tanggul permanen.

"Ada sungai di Pidie Jaya kemarin kan banjir lagi. Ini menurut saya ini mirip dengan Tapanuli Tengah, maka harus dibuat sabo dam di atasnya. Sabo dam bertingkat bisa mengurangi frekuensi air yang turun ke bawah," kata Tito Karnavian di Banda Aceh, Minggu (22/2/2026). 

Pernyataan itu disampaikan Tito Karnavian kepada awak media saat diwawancarai seusai kunjungan ke sejumlah daerah terdampak bencana Aceh sejak 3 hari terakhir, mulai dari Aceh Tamiang hingga Pidie Jaya. 

ADVERTISEMENT

Selain sabo dam, kata Tito, untuk penanganan sungai di Pidie Jaya agar banjir tidak terus berulang, perlu juga membangun tanggul permanen. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembangunan rumah kembali.

"Tanggulnya harus permanen. Ini kalau nanti sudah permanen mungkin baru bisa dibuat lagi rumah untuk masyarakat kiri-kanannya," ujar Tito dikutip dari Antara.

Kalau dibangun sekarang, bahkan untuk hunian sementara (huntara) juga tidak memungkinkan karena masih sangat sangat banjir, karena harus dibuat permanen.

"Kalau sekarang dibangun hunian sementara, kemudian tetap di tempat itu, rawan banjir lagi nanti, tergerus lagi," tegas Tito Karnavian.

Seperti diketahui, beberapa desa di wilayah Kabupaten Pidie Jaya kerap terjadi banjir susulan saat dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, upaya pemulihan sungai di sana terus dikerjakan pemerintah pusat.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I fokus melakukan normalisasi sungai Meureudu Kabupaten Pidie Jaya.

"Penanganan difokuskan pada upaya normalisasi sungai melalui pengerukan sedimen dan pembersihan material kayu serta sampah yang menghambat aliran air," kata Kepala BWS Sumatera I, Asyari.

Ia menjelaskan, material yang menumpuk di badan sungai selama ini menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya kapasitas tampung sungai, sehingga meningkatkan risiko luapan saat debit air meningkat.

Karena itu, BWS Sumatera I juga melakukan perbaikan tanggul-tanggul yang mengalami kerusakan dan putus akibat tingginya debit air.

Dalam upaya normalisasi sungai ini, BWS Sumatera I telah mengerahkan belasan alat berat, di antaranya sembilan ekskavator, lima dum truk dan satu unit wheel loader.

Sejauh ini, tahapan pekerjaan tanggap darurat normalisasi masih pada pembersihan sampah kayu serta memperbaiki tanggul guna mengurangi dampak lebih luas saat banjir susulan.

"Nanti dilanjutkan dengan pekerjaan rehab-rekon secara menyeluruh, di hulu pekerjaan sabo dam (bangunan pengendali), di tengah penguatan tebing, dan hilir perbaikan muara," kata Asyari.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tito: 97 Persen Huntara Pascabencana Sumatera Sudah Terbangun

Tito: 97 Persen Huntara Pascabencana Sumatera Sudah Terbangun

NASIONAL
Mendagri Minta Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Pacu Ekonomi

Mendagri Minta Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Pacu Ekonomi

NASIONAL
Mendagri Minta Pemda Stop Rekrut Tenaga Honorer, Termasuk Guru?

Mendagri Minta Pemda Stop Rekrut Tenaga Honorer, Termasuk Guru?

NASIONAL
Mendagri Tito Perpanjang Masa Transisi Batas Belanja Pegawai Pemda

Mendagri Tito Perpanjang Masa Transisi Batas Belanja Pegawai Pemda

NASIONAL
Tito Karnavian Sebut Kepergian Ryamizard Kehilangan Besar Indonesia

Tito Karnavian Sebut Kepergian Ryamizard Kehilangan Besar Indonesia

NASIONAL
Pemulihan Pascabencana Sumatera Ditargetkan Rampung pada 2028

Pemulihan Pascabencana Sumatera Ditargetkan Rampung pada 2028

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon