Kerugian Banjir di Agam Sumatera Barat Tembus Rp 59,82 Miliar
Senin, 1 Desember 2025 | 15:27 WIB
Agam, Beritasatu.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat melaporkan total kerugian akibat rangkaian bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut mencapai Rp 59,82 miliar.
Kerugian itu muncul dari kerusakan rumah, fasilitas umum, sarana pendidikan, hingga lahan pertanian dan perikanan. Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono menyampaikan, angka kerugian dihitung berdasarkan hasil pendataan terakhir pada Minggu (30/11/2025) pukul 23.00 WIB.
"Ini data yang dihimpun oleh organisasi perangkat daerah yang kita terima," katanya seperti dilansir dari Antara, Senin (1/12/2025).
Ia memaparkan, kerugian dari sektor pendidikan mencakup 88 unit bangunan sekolah dengan nilai sekitar Rp 3,08 miliar. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada lahan pertanian seluas 829,81 hektare, 11 titik irigasi, serta 2.156 ekor ternak dengan nilai total Rp 12,31 miliar.
Pada sektor permukiman, tercatat 704 rumah mengalami kerusakan ringan, 50 unit rusak sedang, dan 83 unit rusak berat dengan nilai kerugian Rp 18,77 miliar.
Infrastruktur jalan sepanjang 2.801 meter, empat jembatan, serta fasilitas lain juga terdampak dengan estimasi kerugian Rp 24,23 miliar. Sementara itu, sektor perikanan turut menanggung kerugian Rp 1,41 miliar akibat kematian bibit dan induk ikan.
Rahmat menyatakan pendataan masih terus berlanjut, termasuk untuk kerusakan rumah ibadah yang belum selesai dihimpun oleh organisasi perangkat daerah setempat.
Bencana banjir bandang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang yang melanda Agam sejak 19–28 November 2025 terjadi di 16 kecamatan. BPBD mencatat 120 korban meninggal yang tersebar di Kecamatan Malalak sebanyak 12 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya delapan orang, Palupuh satu orang, Palembayan 97 orang, dan Ampek Nagari satu orang.
Sementara itu, 74 warga masih dinyatakan hilang. Mereka tersebar di Kecamatan Malalak enam orang, Palembayan 63 orang, Lubuk Basung satu orang, dan Tanjung Raya empat orang.
Operasi pencarian akan dilanjutkan pada Senin pagi dengan melibatkan BPBD Agam, Satpol PP, damkar, Basarnas, TNI, Polri, PMI Agam, serta sejumlah relawan. Pencarian juga mengerahkan anjing pelacak K9 dari Polri.
Selain itu, 44 korban luka sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung dan satu korban dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




