Bupati Aceh Selatan Umrah, Muzakir: Saya Tidak Teken Izin!
Jumat, 5 Desember 2025 | 23:33 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan ia tidak pernah memberikan izin kepada Bupati Aceh Selatan Mirwan MS untuk berangkat umrah di tengah kondisi darurat akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Tanah Rencong.
“Saya tidak menandatangani izin itu. Kalau pun mendagri meneken, ya itu urusan mereka,” ujar Mualem di Banda Aceh, Jumat (5/12/2025) dikutip dari Antara.
Diketahui, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS bersama istrinya telah berangkat umrah pada Selasa (2/12/2025). Keputusan tersebut menuai kritik publik karena dilakukan ketika Aceh masih menghadapi bencana, termasuk di kabupaten yang ia pimpin.
Mualem menekankan agar seluruh pejabat di Aceh menunda perjalanan ke luar daerah selama masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang sedang berlangsung.
“Untuk sementara, jangan bepergian dahulu. Kalau dia tetap berangkat, itu pilihannya,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyampaikan bahwa keberangkatan bupati dilakukan setelah memastikan penanganan korban bencana berjalan baik.
“Beliau berangkat setelah turun langsung melihat kondisi Aceh Selatan yang sudah stabil dan memastikan korban tertangani,” jelas Plt Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra Putra.
Ia menambahkan, bupati dan istri menunaikan umrah mulai Selasa (2/12/2025), setelah sebelumnya menyalurkan bantuan untuk warga terdampak di Trumon Raya. Diva juga membantah anggapan bahwa bupati meninggalkan masyarakat saat bencana masih berlangsung.
“Narasi itu tidak benar. Para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Ini menunjukkan soliditas dalam penanganan banjir dan longsor,” tegasnya.
Berdasarkan informasi Pemerintah Aceh per 24 November 2025, Bupati Aceh Selatan sempat mengajukan izin perjalanan luar negeri karena alasan penting kepada gubernur Aceh. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi Aceh yang sedang dilanda siklon tropis, gubernur menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi dan menolak permohonan tersebut pada 28 November 2025.
Aceh Selatan menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah, dan bupati telah menyatakan status tanggap darurat untuk penanganan banjir dan longsor di daerah itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




