38 Hari Pascabanjir, Warga Gayo Lues Masih Bertahan di Tenda
Sabtu, 3 Januari 2026 | 19:34 WIB
Gayo Lues, Beritasatu.com - Lebih dari sebulan pascabanjir bandang yang melanda Desa Paloh, Kecamatan Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kondisi permukiman warga hingga Sabtu (3/1/2026) belum pulih. Memasuki hari ke-38 setelah bencana, material kayu dan batu masih menumpuk dan menimbun pekarangan serta sisa-sisa rumah warga.
Pantauan di lapangan menunjukkan, hingga kini proses pembersihan belum dapat dilakukan secara maksimal karena besarnya material banjir yang menutup akses menuju permukiman. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Salah seorang warga terdampak, Muhammad Amin mengatakan, rumahnya mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir bandang. Hingga kini, ia bersama keluarganya belum dapat kembali ke rumah karena kondisi lingkungan yang belum memungkinkan.
“Sudah memasuki hari ke-38 pascabanjir bandang, kami masih bertahan di tenda pengungsian karena rumah mengalami kerusakan parah. Lokasi permukiman belum bisa dibersihkan karena tumpukan kayu dan batu masih memenuhi pekarangan rumah warga,” ujar Amin.
Menurutnya, warga sangat berharap adanya bantuan alat berat dari pemerintah untuk mempercepat proses pembersihan material banjir. Tanpa dukungan peralatan memadai, warga kesulitan membersihkan kayu gelondongan dan batu besar yang terbawa arus banjir bandang.
“Kalau hanya mengandalkan tenaga manual, sangat sulit. Kami berharap pemerintah bisa segera menurunkan alat berat untuk membantu membersihkan material kayu dan batu yang masih menumpuk,” katanya.
Selain pembersihan, warga juga berharap pemerintah segera membangun hunian sementara (huntara). Pasalnya, kondisi tenda pengungsian dinilai tidak layak untuk jangka panjang, terlebih warga akan segera menghadapi bulan suci Ramadan.
“Kami berharap hunian sementara bisa segera dibangun, apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa, rasanya sangat berat jika harus terus tinggal di tenda pengungsian,” ungkap Amin.
Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan sejumlah rumah rusak berat, fasilitas umum terdampak, serta memaksa warga mengungsi. Hingga kini, proses pemulihan masih berjalan terbatas, sementara warga menunggu langkah konkret percepatan rehabilitasi dari pemerintah daerah maupun pusat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




