ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Muzakir Manaf Perpanjang Tanggap Darurat Aceh

Jumat, 9 Januari 2026 | 08:22 WIB
WM
S
Penulis: Wahyu Majiah | Editor: JTO
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem. (Beritasatu.com/Wahyu Majiah)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 22 Januari 2026. Keputusan ini diambil lantaran pemulihan permukiman warga masih terkendala timbunan lumpur padat serta material kayu berukuran besar.

Kondisi infrastruktur dan sosial di sejumlah wilayah Provinsi Aceh belum sepenuhnya pulih sejak hantaman banjir serta longsor pada akhir November 2025 lalu. Mempertimbangkan lambatnya aksesibilitas di lapangan, Gubernur Aceh menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari ke depan.

Keputusan yang berlaku mulai 9 hingga 22 Januari 2026 ini merujuk pada evaluasi bersama pemerintah pusat. Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri tertanggal 7 Januari 2026, percepatan administrasi dan layanan publik menjadi alasan utama di balik perpanjangan masa darurat ini.

ADVERTISEMENT

Di lapangan, kendala utama terletak pada sebaran korban yang masih luas dan keberadaan wilayah yang terisolasi. Produksi logistik di tingkat kabupaten/kota terdampak pun dilaporkan masih terbatas. Material kayu besar dan sedimentasi lumpur tebal di pemukiman warga menuntut penanganan yang lebih intensif sebelum aktivitas warga bisa dinyatakan normal kembali.

"Perpanjangan ini bertujuan memastikan pembersihan lingkungan, bantuan logistik, dan layanan kesehatan menjangkau gampong-gampong yang sulit diakses," kata Muzakir Manaf, dalam video yang diunggah akun Instagram resminya, @muzakirmanaf1964, Jumat (9/1/2026).

Selain fokus pada logistik, otoritas daerah mendesak percepatan perbaikan konektivitas jalan dan jembatan yang putus. Para bupati serta wali kota juga diminta merampungkan dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) pada pekan ketiga Januari 2026. Dokumen ini akan menjadi landasan hukum dan teknis bagi pembangunan kembali infrastruktur Aceh agar lebih berketahanan terhadap bencana di masa depan.

Upaya kolaboratif antara TNI/Polri, relawan, dan satuan kerja Pemerintah Aceh (SKPA) kini diarahkan pada pembersihan fasilitas pendidikan dan ruang publik. Meski proses pemulihan berjalan bertahap, kehadiran negara di titik-titik terdampak diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon