ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Nenek Penjual Tempe di Kulonprogo Menabung 20 Tahun demi Ibadah Haji

Senin, 20 April 2026 | 08:33 WIB
OW
MA
Penulis: Olena Wibisana | Editor: MA
Kasidah (75), seorang nenek penjual tempe asal Kulonprogo yang menabung selama 20 tahun demi menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Kasidah (75), seorang nenek penjual tempe asal Kulonprogo yang menabung selama 20 tahun demi menunaikan ibadah haji ke tanah suci. (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

Kulonprogo, Beritasatu.com – Kisah inspiratif datang dari Kasidah (75), seorang nenek penjual tempe asal Padukuhan Tiga, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Berkat ketekunannya menabung selama 20 tahun, ia akhirnya bisa mewujudkan impian menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Kasidah yang merupakan ibu dari tiga anak dan nenek dari lima cucu sehari-hari berjualan tempe di pasar tradisional Kalurahan Panjatan. Meski usianya tak lagi muda, ia tetap bersemangat mengayuh sepeda sejauh sekitar 1 kilometer dari rumah ke pasar untuk menjajakan dagangannya.

Dari hasil berjualan tempe dengan penghasilan yang tidak menentu, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 100.000 per hari, Kasidah rutin menyisihkan uang demi mewujudkan cita-citanya berhaji. Ia mulai menabung sejak sekitar 20 tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Kepingin naik haji, kepingin dekat sama Allah. Menabungnya mulai masih muda, dua puluhan tahun. Dari penjualan tempe dan dari hasil sawah sedikit dikumpulkan. Labanya sedikit, jadi hati-hati menggunakan uang. Sisa Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000 disisihkan," ucap Kasidah, saat ditemui Beritasatu.com pada Minggu (19/4/2026).

Selain dari hasil berdagang, Kasidah juga mengandalkan pendapatan dari sawah seluas sekitar 2.000 meter persegi yang kini digarap oleh anak-anaknya.

Setelah menabung bertahun-tahun, Kasidah akhirnya mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2012. Ia sempat dijadwalkan berangkat pada 2024, tetapi harus tertunda akibat pandemi Covid-19.

"Tahun 2012 mendaftar, harusnya berangkat tahun 2024, tetapi ada Covid-19 itu, lalu diundur dua tahun, insyaallah 21 April 2026 jadi berangkat. Senang sekali luar biasa senang pokoknya, persiapannya pagi jalan-jalan di luar rumah juga siap mental dan siap mengerjakan ibadah," ujarnya.

Perjuangan Kasidah juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Anak, menantu, hingga cucunya turut membantu dengan menyisihkan sebagian penghasilan mereka.

"Senang dan bangga, mendukung saja kalau saya. Orang seperti ibu kan enggak punya jabatan enggak punya pensiunan atau apa tetapi rejekinya ibu bisa daftar haji. Ya, mendukung dan menyokong kalau ada rejeki bantu sedikit," kata Nur Hidayati, menantu Kasidah.

Rencananya, Kasidah akan berangkat ke tanah suci bersama calon jemaah haji kloter pertama embarkasi Yogyakarta. Ia dijadwalkan bertolak pada Selasa, 21 April 2026 melalui Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo.

Kisah Kasidah menjadi bukti bahwa kerja keras, kesabaran, dan tekad kuat dapat mewujudkan impian, meski harus ditempuh dengan perjalanan panjang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon