Tinjau Bendungan Bulango Ulu, Wapres Gibran Minta Percepatan Pendanaan
Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:23 WIB
Gorontalo, Beritasatu.com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta percepatan pendanaan untuk menuntaskan pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo. Permintaan tersebut disampaikan saat meninjau langsung proyek strategis nasional tersebut pada Jumat (19/6/2026).
Setibanya di lokasi, Gibran menerima paparan dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bulango Ulu, Ali Rahmat, mengenai perkembangan pembangunan bendungan sebelum meninjau area pandang bendungan.
Dalam laporannya, Ali Rahmat menyampaikan progres fisik pembangunan Bendungan Bulango Ulu telah mencapai 94,9%. Saat ini, pekerjaan yang masih tersisa meliputi penyelesaian terowongan, plugging, dan bottom outlet.
Setelah mendengarkan laporan tersebut, Gibran menyoroti kebutuhan pendanaan agar seluruh pekerjaan yang tersisa dapat segera diselesaikan sesuai target.
Gibran menilai percepatan penyelesaian Bendungan Bulango Ulu menjadi langkah penting mengingat besarnya manfaat yang akan dirasakan masyarakat Gorontalo. Karena itu, ia berharap dukungan pendanaan dapat dipenuhi sehingga pembangunan tidak mengalami hambatan.
Bendungan Bulango Ulu akan menjadi sumber air baku dengan kapasitas 2.200 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.
Ali menambahkan, bendungan juga diproyeksikan mampu mengurangi potensi banjir di Kota Gorontalo hingga 43%. Dengan pengaturan debit air yang lebih baik, sekitar 629 hektare kawasan yang selama ini rawan banjir dapat terlindungi.
“Manfaat yang paling besar kembali adalah reduksi banjir untuk melindungi Kota Gorontalo. Debit air yang sampai di kota akan sangat berkurang,” jelasnya.
Tak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, Bendungan Bulango Ulu juga dirancang untuk mendukung pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 5 megawatt dan memperkuat layanan irigasi pertanian.
Infrastruktur ini menopang jaringan irigasi eksisting seluas 4.100 hektare serta membuka tambahan layanan irigasi baru seluas 750 hektare.
Ali menambahkan keberadaan bendungan diperkirakan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari 250 menjadi 350 atau mendekati tiga kali masa tanam dalam setahun. Produktivitas pertanian yang saat ini berkisar 3 hingga 3,5 ton per hektare juga diproyeksikan meningkat menjadi 7 hingga 9 ton per hektare.
“Dengan adanya bendungan ini, insyallah produktivitas pertanian bisa meningkat dua kali lipat dan indeks pertanaman naik secara signifikan,” pungkasnya.
Gibran berharap proses penyelesaian konstruksi dapat berjalan sesuai jadwal, sehingga pengisian bendungan (impounding) dapat dimulai pada 2027.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




