ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ratusan Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19 di Bengkulu Masih Kosong

Jumat, 1 Januari 2021 | 14:47 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (AFP)

Bengkulu, Beritasatu.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, saat ini masih ada sebanyak 133 unit tempat tidur kosong tersebar di beberapa rumah sakit rujukan penanganan virus corona atau Covid-19 di daerah ini.

"Sekarang ini masih ada 133 atau 60 persen dari 233 unit tempat tidur di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 masih kosong alias belum ditempati sehingga di jamin bila pasien virus corona baru dapat dirawat dengan baik di rumah rujukan di daerah ini," kata Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antoni kepada Beritasatu.com di Bengkulu, Jumat (1/1/2021).

Ia mengatakan, tempat tidur yang masih kosong tersebut, tersebar di beberapa rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 kabupaten dan kota di Bengkulu, di antaranya RSU Mukomuko, RSU Lebong, RSU Bengkulu Selatan, RSHD Kota Bengkulu dan beberapa rumah swasta lainya yang ada di daerah ini.

"Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan tempat tidur di rumah sakit penanganan Covid-19 karena masih ada 133 lagi yang kosong. Kita pastikan jika ada pasien baru positif yang masuk rumah sakit akan dilayani dengan baik," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski kasus Covid-19 di Bengkulu dalam sebulan terakhir meningkat tajam tapi ketersedian tempat tidur bagi pasien terpapar virus corona di masing-masing rumah sakit rujukan masih tersedia dengan baik.

Namun, Herwan Antoni mengimbau bagi pasien Covid-19 tanpa gejala sebaiknya cukup dirawat secara mandiri di rumah selama 14 hari. Jika hasil uji swab PCR negatif maka yang bersangkutan dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Bagi pasien Covid-19 yang berat dan memiliki penyakit penyerta, seperti jantung, sesak napas, ginjal, dan diabetes meletus wajib menjalani merawatan dan isolasi di rumah sakit RSUD Yunus, RSHD Kota Bengkulu dan rumah sakit rujukan lainnya baik milik pemerintah maupun swasta yang di Bengkulu.

Soalnya jika mereka tidak diberikan perawatan yang maksimal dikhawatirkan pasien Covid-19 bersangkutan bisa meninggal dunia. Karena itu, pasien yang memiliki penyakit penyerta wajib dirawat di rumah sakit rujukan yang ada di daerah ini.

Sedangkan bagi pasien tanpa gejala sebaiknya menjalani isolasi mandiri rumah karena kondisi fisik mereka masih kuat dibanding pasien yang memiliki penyangkit penyerta.

Terkait antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di Bengkulu belakangan ini, Herwan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah rumah sakit darurat.

Adapun empat rumah sakit darurat Covid-19 yang telah disiapkan oleh Satgas penanganan Covid-19 Bengkulu, yakni UPTD Kesehatan Bengkulu, LPMP Bengkulu, Diklat SDM Bengkulu, Asrama Haji Bengkulu, dan Mes Pemda Provinsi Bengkulu.

Sejumlah rumah sakit darurat yang sudah disiapkan Satgas Covid-19 Bengkulu tersebut, katanya memiliki sekitar 500 tempat tidur. Rumah sakit ini akan dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan yang dibutuhkan bagi pasien Covid-19.

"Jadi, meski kasus Covid-19 di Bengkulu terus meningkat, tapi dijamin semua pasien akan tertampung dan diberikan perawatan terbaik oleh rumah sakit rujukan virus corona yang ada di daerah ini," ujar mantan Plt Bupati Lebong ini

Data pasien Covid-19 di Bengkulu, saat ini tercatat sebanyak 3.691 orang. Pasien dinyatakan sehat sebanyak 2.496 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 116 orang. Sedangkan sisanya masih menjalani isolasi di rumah sakit dan di rumah.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon