Pengamat Teroris Ingatkan Komjen Sigit Tuntaskan Operasi Tinombala
Rabu, 20 Januari 2021 | 13:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst, Harits Abu Ulya mengatakan terdapat banyak tugas yang harus diselesaikan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri. Salah satunya yaitu menuntaskan Operasi Tinombala untuk menangkap terorisme kelompok Ali Kora di Poso, Sulawesi Tengah.
Selain itu, terdapat sejumlah kasus yang menarik perhatian publik lainnya yang harus diselesaikan Komjen Sigit setelah dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kapolri nantinya.
"Terutama kasus terbunuhnya enam orang FPI, dan kasus perburuan teroris di Poso dengan Operasi Tinombala yang berjilid-jilid itu serta separatisme OPM," kata Harits, Rabu (20/1/2021).
Tak hanya menuntaskan kasus yang menarik perhatian publik, Harits mengatakan, Komjen Sigit juga harus mampu membangun citra Polri. Dikatakan, aparat kepolisian mulai dari pemimpin tertinggi hingga jajaran bawah harus bisa diterima masyarakat dengan baik. Untuk itu, Harits meminta Komjen Sigit berbenah dengan melakukan reformasi internal Polri.
"Realitas masyarakat bawah itu memang ada distrust, ketidakpercayaan terhadap Polri. Jadi, butuh kerja keras untuk ditumbuhkan kepercayaan masyarakat ini, bagaimana bisa memastikan Polri itu promoter (profesional, modern dan terpercaya)," katanya.
Untuk itu, Harist berharap Komjen Sigit sebagai calon Kapolri memiliki integritas yang baik dan bisa on the track. Menurutnya, hal ini penting untuk mematahkan isu primordial yang berhembus belakangan ini.
"Kalau bisa profesional, dan membawa institusi ini bekerja sebagai pelayan publik dan penegak hukum, bukan sebagai pelayan kekuasaan, bukan sebagai alat kekuasaan. Maka, ini bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada Polri. Tentu, masyarakat masih punya harapan ada keadilan yang bisa tegak untuk semua pihak tanpa pandang bulu," katanya.
Harist menegaskan, isu terorisme yang digencarkan sebagai tantangan bagi calon Kapolri Komjen Sigit karena beragama nonmuslim merupakan isu yang sangat tidak relevan. Ditegaskan isu tersebut mengada-ada, bahkan kebablasan, lantaran persoalan terorisme tetap harus dituntaskan siapapun Kapolri-nya.
"Ada Pak Listyo atau tidak, isu teroris itu memang sudah menjadi isu global. Jadi, tidak menunggu Pak Listyo yang nonmuslim menjadi Kapolri, tidak relevan dan enggak korelatif. Jadi kalau jualan isu teroris menjadi ancaman bagi Kapolri nonmuslim, itu terlalu mengada-ada," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




