ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPOM Ajak PKK Bermitra Edukasi UMKM di Sulsel

Senin, 15 Februari 2021 | 12:55 WIB
I
FH
Penulis: Irfandi | Editor: FER
Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, Hardaningsih, menemui Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 15 Februari 2021.
Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, Hardaningsih, menemui Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 15 Februari 2021. (Beritasatu Photo/Ifan Ahmad)

Makassar, Beritasatu.com - Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, Hardaningsih, menemui Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (15/2/2021).

Kedatangan Hardaningsih tersebut, untuk mengajak PKK bermitra dalam mengedukasi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil, dan Menengah).

"Kami ingin mengajak PKK bekerjasama, khususnya dalam penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai izin BPOM," kata Hardaningsih.

Ia menuturkan, PKK memiliki banyak UMKM binaan, yang tentunya membutuhkan izin BPOM. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami mengenai prosedur perizinan.

ADVERTISEMENT

"Olahan ikan seperti otak-otak, misalnya. Itu tidak butuh izin BPOM. Cukup izin PIRT dari Dinas Kesehatan. Tetapi, jika otak-otak ini dikemas dalam model frozen food atau makanan beku, ini butuh izin BPOM," jelasnya.

Selain dalam hal perizinan BPOM, Hardaningsih juga mengajak PKK bermitra dalam hal edukasi mengenai produk obat dan kosmetik. "Ada banyak informasi berupa edukasi yang bisa kita kerja samakan. Selain dalam hal produk olahan makanan, juga mengenai obat dan kosmetik," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin, memberikan apresiasi yang positif. Ia mengakui, UMKM binaan PKK banyak yang mengeluhkan terkait proses perizinan. Pasalnya, mayoritas pelaku UMKM belum mengetahui, mana produk yang harus mengantongi izin BPOM, dan mana yang cukup izin PIRT dari Dinas Kesehatan.

"Persoalan izin BPOM ini memang sangat penting. Karena produk-produk olahan makanan tidak akan bisa masuk ritel, kalau tidak ada izin BPOM," ujarnya.

Khusus untuk edukasi mengenai obat dan kosmetik bersama pengurus PKK, Lies berharap bisa dilakukan bersama BPOM dalam waktu dekat. Mengingat situasi pandemi Covid-19, sosialisasi edukasi bisa dilakukan secara virtual.

"Mengenai olahan makanan yang harus mengantongi izin BPOM, keamanan obat dan kosmetik itu penting diketahui oleh pengurus PKK. Sosialisasinya bisa kita lakukan secara virtual dalam waktu dekat," kata Lies.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BPOM Bakal Tingkatkan Pengawasan Rokok Elektrik

BPOM Bakal Tingkatkan Pengawasan Rokok Elektrik

LIFESTYLE
Pemerintah Didesak Buat Batas Aturan Masa Pakai Galon Isi Ulang

Pemerintah Didesak Buat Batas Aturan Masa Pakai Galon Isi Ulang

EKONOMI
BPJPH Gandeng BPOM Perkuat Standar Lab Uji Halal Nasional

BPJPH Gandeng BPOM Perkuat Standar Lab Uji Halal Nasional

EKONOMI
Kepala BPOM Raih Penghargaan Kepemimpinan Pengawasan Obat Nasional

Kepala BPOM Raih Penghargaan Kepemimpinan Pengawasan Obat Nasional

EKONOMI
BPOM Izinkan Vaksin Campak untuk Orang Dewasa

BPOM Izinkan Vaksin Campak untuk Orang Dewasa

LIFESTYLE
Tren Layanan Estetika, BPOM Soroti Pentingnya Pengawasan Kosmetik

Tren Layanan Estetika, BPOM Soroti Pentingnya Pengawasan Kosmetik

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon