Ahmad Basarah: Kebijakan Pembangunan Desa Harus Fokus pada Pemberdayaan
Jumat, 9 April 2021 | 23:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), Ahmad Basarah menegaskan kebijakan pembangunan desa harus fokus pada pemberdayaan. Basarah mengutip pemikiran Proklamator sekaligus Presiden Pertama Soekarno yang menyebut desa sebagai benteng pertahanan negara.
"Kebijakan pembangunan desa harus menitikberatkan pada pemberdayaan desa. Jika desa kuat, Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri. Indonesia yang maju berdaulat adalah Indonesia yang bertumpu pada desa yang kuat," kata Basarah saat memberi kata sambutan pada sesi seminar virtual yang digelar sebagai rangkaian acara pra kongres di Jakarta, Jumat (9/4/2021).
Pada bagian lain, Basarah menyatakan PA GMNI akan menyoroti masalah krisis nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada Kongres IV. Kegiatan akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada Juni 2021.
"Kami menginginkan kongres PA GMNI tidak hanya seremonial, tetapi juga bermanfaat. Oleh karena itu, kami memilih tema yang diharapkan dapat menjadi alternatif jawaban atas permasalahan bangsa. Tema besarnya 'Nasionalisme Menjawab Tantangan Zaman'," ujar Basarah.
Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut menjelaskan tema besar itu sengaja dipilih oleh para pengurus dan anggota PA GMNI. Sebab, nasionalisme merupakan jawaban dari seluruh permasalahan krisis identitas kebangsaan.
"Tesis dari tema ini, PA GMNI berkeyakinan nasionalisme Indonesia adalah jawaban bukan hanya saat merebut kemerdekaan dari kolonialisme asing. Nasionalisme bukan hanya jawaban saat mendirikan negara, tetapi kami yakin nasionalisme Indonesia adalah jawaban untuk membangun dan mengisi kemerdekaan, bahkan saat menghadapi berbagai ancaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Basarah.
Berawal dari tema besar itu, ada sejumlah sub tema yang dapat dijabarkan lebih lanjut, salah satunya mengenai peran desa dalam mempertahankan nasionalisme Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kongres IV PA GMNI, Karyono Wibowo menerangkan pengurus PA GMNI telah menjadwalkan sejumlah sesi seminar, yang terbuka untuk umum dan terbatas hanya untuk internal anggota, menjelang acara puncak.
Rangkaian seminar itu nantinya jadi bahan untuk menyusun rekomendasi yang akan disampaikan oleh para pengurus ke anggota saat Kongres IV PA GMNI.
Terkait acara kongres, Karyono menerangkan kegiatan akan berlangsung pada Juni yang adalah bulannya Bung Karno.
"Kongres diselenggarakan bertepatan dengan bulan Bung Karno, Bulan Juni, lahirnya Soekarno, lahirnya Pancasila, dan wafatnya Soekarno pada 21 Juni," kata Karyono.
Oleh karena itu, Karyono menyebut, acara kongres rencananya ditutup dengan napak tilas sejarah Bung Karno di Bandung, serta ziarah kubur ke makam Marhaen, tokoh yang menginspirasi terbentuknya GMNI, serta ke kuburan para pendiri GMNI.
"Saya ingin mengajak seluruh alumni GMNI mari kita sukseskan perhelatan Kongres IV agar dapat menghasilkan keputusan kongres yang bermanfaat tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bangsa dan negara," demikian Karyono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




