Terancam KKB, Pengungsi Beoga Minta Dievakuasi
Minggu, 11 April 2021 | 17:16 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Para pengungsi di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua merasa ketakutan dan mulai kesulitan bahan makanan akibat tidak lagi bisa berbelanja setelah insiden penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menewaskan dua guru. Para pengungsi juga berharap dievakuasi dan keluar dan bila keamanan sudah kondusif akan kembali berdinas di Beoga.
"Memang benar, kami mulai mengalami kesulitan karena kios atau warung tutup sejak terjadinya penembakan, Kamis (8/4/2021)," kata Maria nama samaran yang bertugas di Puskesmas Beoga, Kabupaten Puncak kepada Antara, Minggu (11/4/2021).
Sejak kasus penembakan, dirinya beserta rekan-rekannya mengungsi ke rumah warga yang berdekatan dengan Koramil dan berharap dapat segera dievakuasi keluar dari Beoga.
"Kami tidak mungkin bertugas dalam kondisi seperti ini karena diliputi ketakutan," kata tenaga medis yang mengaku masih honorer di Puskesmas Beoga dan kini bersama lima rekannya beserta dua anak balita mengungsi.
Maria yang dihubungi melalui telepon dari Jayapura itu menuturkan ketakutan yang dialaminya beserta rekannya walaupun sebetulnya dirinya sudah membaur dengan warga karena saat ini hampir tiga tahun di Beoga.
KKB, Kamis (8/4/2021) menembak Oktovianus Rayo dan Yonatan Renden pada Jumat (9/4/2021). Keduanya guru di Distrik Beoga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




