ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemkes: Pemudik Positif Covid-19 Dirujuk ke Fasyankes dan Tempat Isolasi

Sabtu, 15 Mei 2021 | 08:58 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi (Berita Satu/Hendro Situmorang)

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, 4.124 dari 6.742 pemudik yang terinfeksi Covid-19 dari hasil tes random telah dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan tempat isolasi ketika ketahuan positif di tempat tujuan kedatangan.

Selain itu, bagi yang ketahuan mudik di pos penyekatan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke tujuannya.

"Kalau yang pos tentu mereka tidak boleh melanjutkan perjalanan dan yang dites saat tiba di tempat kedatangan mereka dirujuk ke fasyankes dan tempat isolasi," kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (15/5/2021).

Nadia menjelaskan, sebagian besar pemudik berstatus orang tanpa gejala (OTG), sehingga langsung dirujuk ke tempat isolasi yang telah disiapkan.

ADVERTISEMENT

Lanjut Nadia, ada juga pemudik yang melakukan karantina di tempat tujuannya karena ketika masuk wilayah tersebut ada tes yang dilakukan oleh Satgas daerah. "Ada juga yg ditesnya di tempat tujuan yaa saat mereka masuk ke kabupaten," ucapnya.

Sebelumnya, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mempertanyakan penanganan terhadap para pemudik yang positif Covid-19 dari hasil tes random. Pasalnya, berdasarkan data dari 6.742 pemudik sebanyak 4.123 positif Covid-19.

Hermawan menyebutkan, apabila para pemudik tersebut dikarantina atau diisolasi mandiri, maka skemanya yang diterapkan perlu diperjelas. Dalam hal ini, pemerintah harus memberi keterangan dimana para pemudik ini mendapat perawatan.

"Kalau isolasi mandiri ya dimana, apakah pulang balik ke rumahnya, misalnya orang dites di Cirebon atau Tegal padahal mereka dari Jakarta, apakah mereka disuruh pulang balik ke Jakarta untuk isolasi mandiri atau diperiksa lagi PCR di daerah sana kemudian dirawat di sana atau seperti apa. Siapa yang mendamping atau siapa yang ditugaskan," kata Hermawan saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (14/5/2021).

Hermawan menambahkan, banyak pemudik yang positif Covid-19 ini sangat mengkhawatirkan karena akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 sesudah Lebaran.

Oleh karena itu, Hermawan menegaskan, IAKMI meminta pemerintah untuk memberi kejelasan terkait tracing dan treatment, karena dalam menangani kasus Covid-19 tidak hanya berakhir di testing, tetapi satu kesatuan antara testing, tracing, dan treatment (3T).

"Treatment terkait dengan perawatan dan pengobatan, tetapi tracing ini apakah pemudik itu didampingi atau disuruh putar balik atau apakah mereka ditindaklanjuti di daerah mereka di testing, ini harus jelas," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon