Eijkman: Semua Vaksin Masih Efektif Atasi Mutasi Covid-19
Rabu, 16 Juni 2021 | 10:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Kepala Lembaga Eijkman Bidang Penelitian Fundamental, Herawati Sudoyo mengatakan, sebagian besar produsen vaksin Covid-19 mencoba mencapai tingkat efikasi hingga 70%. Hingga saat ini, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satupun vaksin Covid-19 yang tidak efektif menangkal mutasi virus Covid-19.
"Kendati begitu, mengakui memang ada penurunan efikasi saat vaksin Covid-19 melawan mutasi virus Covid-19 ini. Namun hal itu tidak mengurangi makna perlindungan yang diberikan vaksin Covid-19 itu sendiri," kata Herawati dalam keterangan pers diterima Beritasatu.com, Rabu (16/6/2021).
Oleh karena itu, terkait upaya pemerintah untuk menyukseskan program vaksinasi, Herawati mendorong para ilmuwan untuk perlu berbicara demi meluruskan kesimpangsiuran informasi dengan menegakkan bukti dan data-data ilmiah.
"Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) akibat vaksinasi Covid-19, misalnya. Hanya terjadi di berapa persen dari sekian juta orang yang sudah divaksinasi. Akan tetapi hal-hal kecil inilah yang masuk pemberitaan dan menjadi besar. Saya pikir di sinilah porsi ilmuwan berbicara dengan data-data," ucap Herawati.
Herawati juga mengatakan, perlu kerja sama semua pihak, agar semua masalah mengenai vaksinasi bisa teratasi. Selain itu, tetap mengingatkan kepada masyarakat jika vaksin bukan satu-satunya cara untuk mengalahkan Covid-19, tetapi harus didukung oleh protokol kesehatan.
"Jadi yang sudah mulai longgar protokol kesehatannya karena adanya program vaksinasi harus kita perketat protokol kesehatan kita lagi karena adanya mutasi virus baru yang sudah bertransmisi lokal," ucapnya.
Sementara itu, Communication Specialist Unicef, Rizky Ika Safitri juga menyarankan penggunaan komunikasi sederhana yang mudah dipahami masyarakat akan turut membantu menyukseskan program vaksinasi.
"Pemerintah juga terus berupaya mendatangkan vaksin Covid-19 melalui beragam jalur untuk menyukseskan program vaksinasi," ucapnya.
Pada kesempatan sama, Juru Bicara Vaksinasi Bio Farma, Bambang Heriyanto menyampaikan hingga akhir 2021, produsen vaksin seperti Sinovac sudah memberikan komitmen mengirimkan vaksin dalam bentuk bulk atau bahan baku sejumlah 260 juta dosis. Selain itu, ada juga vaksin yang akan didatangkan dari jalur kerja sama multilateral atau fasilitas Covax yang kini telah datang sebanyak 8 juta dosis.
"Kemudian kita juga punya sumber lain dari perjanjian bilateral dengan Astrazeneca dengan komitmen sebesar 50 juta, Novavac 50 juta, dan apabila dari Covax kita bisa mendapatkan komitmen hingga 20% dari jumlah penduduk, kita bisa mencukupi kebutuhan dosis vaksin untuk herd immunity," ujar Bambang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




