Pakar: Varian Delta Berbahaya untuk Keselamatan Masyarakat
Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra mengatakan, varian B1617 atau varian Delta asal India memang tidak berdampak pada keparahan kasus. Namun, varian baru itu sangat berdampak pada kecepatan penularan.
Ini tentunya akan berisiko bagi orang-orang yang bergejala berat yang bisa menyebabkan kematian.
"Jadi varian ini mengkhawatirkan karena cukup berbahaya dengan situasi surveilans kita lemah. Orang semakin cepat terpapar virus dan semakin cepat menularkan," kata Hermawan saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (19/6/2021).
Hermawan menambahkan, selain varian Delta yang menyebabkan penularan sangat cepat, ada juga varian lain yang masih dalam tahap penelitian untuk memastikan apakah ada yang menyebabkan keparahan kasus atau hanya pada kecepatan penularan.
"Keparahan kasus dan kecepatan penularan ini dua hal yang berbeda. Tetapi yang pasti untuk saat ini mutasi virus ini meningkatkan kecepatan penularan. Itulah yang menyebabkan di India kolaps," ucapnya.
Hermawan menyebutkan, peningkatan kasus yang sangat tinggi pada situasi 3T yakni testing, tracing, dan treatment masih lemah, tentu akan banyak kasus yang tidak tertangani dan menyebabkan tingginya angka kematian.
"Jadi namanya 3T itu lemah sekali, testing lemah, tracing lemah, dan treatment lemah. Apalagi sekarang hampir semua wilayah di Pulau Jawa sudah diatas 80% keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19. Berarti menunggu saja bisa jadi banyak pasien tidak terawat dan kematian bisa juga bertambah signifikan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




