ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bupati Sleman Minta Masyarakat di Rumah Saja Selama 7 Hari

Rabu, 30 Juni 2021 | 15:18 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. ( ANTA/HO-Humas)

Sleman, Beritasatu.com - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengajak masyarakat di daerah itu bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 lewat gerakan Sesarengan Jogo Sleman dengan cara tidak bepergian atau di rumah saja selama tujuh hari, terhitung mulai 28 Juni 2021.

"Gerakan ini untuk mengedukasi masyarakat, khususnya di Sleman, agar menahan diri dan di rumah saja dalam waktu tujuh hari sejak Senin, 28 Juni," kata Kustini Sri Purnomo, pada jumpa pers virtual di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (30/6/2021).

Menurut dia, gerakan ini perlu dilakukan karena lonjakan kasus yang signifikan di Kabupaten Sleman dalam beberapa waktu terakhir ini.

"Gerakan ini tertuang melalui Surat Edaran Nomor 443/01745 perihal ajakan Di Rumah Saja. Melalui gerakan perubahan, kami mengimbau masyarakat untuk berusaha semaksimal mungkin berada di rumah saja, kecuali untuk kepentingan pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan mendesak, seperti pangan dan kesehatan," katanya.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, jika terpaksa harus keluar rumah, masyarakat diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak melaksanakan rapat/pertemuan secara tatap muka, membatasi kegiatan berkumpul, makan bersama dan mewaspadai celah penularan Covid-19, antara lain saat harus membuka masker," katanya.

Kustini mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi masalah kita bersama yang harus diselesaikan bersama sama.

"Gerakan Sesarengan Jogo Sleman sebagai perwujudan sikap welas asih untuk bersama sama menjaga Sleman dengan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat selama pandemi ini masih melakukan aktivitas yang tidak terlalu mendesak dan sering berkerumun.

"Apalagi tingkat kesadaran masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas juga mengalami penurunan. Hal ini makin memicu timbulnya penularan Covid-19 yang lebih masif dan tidak dapat dikendalikan," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jelang Iduladha, Harga Sapi dan Domba di Sleman Melonjak

Jelang Iduladha, Harga Sapi dan Domba di Sleman Melonjak

NUSANTARA
Kasus Penitipan Bayi Ilegal Sleman, Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran

Kasus Penitipan Bayi Ilegal Sleman, Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran

NUSANTARA
Harga Plastik Mahal, Warga Sleman Beralih Gunakan Daun Pisang

Harga Plastik Mahal, Warga Sleman Beralih Gunakan Daun Pisang

EKONOMI
Jelang Mudik, Rambu Lalu Lintas Dipasang di Tol Prambanan-Purwomartani

Jelang Mudik, Rambu Lalu Lintas Dipasang di Tol Prambanan-Purwomartani

NUSANTARA
Masjid Nurul Ashri Sleman Sediakan Penitipan Anak Saat Tarawih

Masjid Nurul Ashri Sleman Sediakan Penitipan Anak Saat Tarawih

NUSANTARA
Koperasi Desa Merah Putih di Sleman Raup Omzet Ratusan Juta

Koperasi Desa Merah Putih di Sleman Raup Omzet Ratusan Juta

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon