Harga Plastik Mahal, Warga Sleman Beralih Gunakan Daun Pisang
Minggu, 19 April 2026 | 10:36 WIB
Sleman, Beritasatu.com - Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mendorong perubahan kebiasaan masyarakat di Sleman. Warga dan pelaku usaha kini mulai beralih menggunakan daun pisang sebagai alternatif pembungkus makanan.
Di sejumlah pasar tradisional, pedagang daun pisang mengalami lonjakan permintaan. Pembeli datang dari berbagai kalangan, mulai dari produsen tempe, pedagang makanan, hingga pelaku UMKM yang sebelumnya bergantung pada plastik.
“Beli daun buat bungkus lontong biasanya pakai plastik, pake daun karena harganya lebih murah dan mudah terurai. Harapannya harga plastik diturunin agar masyarakat mampu membeli dan tidak banyak pengeluaran untuk beli plastik,” ujar Rahmawati, salah satu pembeli, Minggu (19/4/2026).
Tak hanya untuk makanan, daun pisang juga mulai digunakan oleh pedagang bunga untuk menjaga kesegaran produk mereka. Pergeseran ini turut berdampak pada peningkatan penjualan pedagang daun.
Siswati, pedagang daun pisang, mengungkapkan penjualannya meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
“Sekarang banyak yang beli, biasanya buat bungkus makanan, seperti lontong, lemper, nasi, dan bungkus bunga. Sehari jual bisa sampai 100 gulung. Satu gulung Rp 5.000 sampai Rp 6.000. Jualan daun sudah lama,” katanya.
Sebelumnya, penjualan daun pisang hanya berkisar 60 gulung per hari. Namun kini, permintaan melonjak hingga sekitar 100 gulung setiap harinya.
Kondisi ini dipicu mahalnya harga plastik yang sebagian bahan bakunya masih bergantung pada impor, sehingga terdampak kenaikan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Pada sisi lain, penggunaan daun pisang dinilai lebih ramah lingkungan karena mudah terurai. Selain itu, bahan alami ini juga telah lama digunakan untuk membungkus makanan tradisional, seperti lontong, lemper, nasi bungkus, dan kue-kue khas daerah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan harga komoditas dapat mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




