ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jangkau Daerah Terpencil, Smart Aviation Beli Pilatus PC-6

Senin, 6 Desember 2021 | 14:13 WIB
CF
JS
Penulis: Chairul Fikri | Editor: JAS
Pesawat Pilatus PC-6 Porter yang dimiliki Smart Aviation.
Pesawat Pilatus PC-6 Porter yang dimiliki Smart Aviation. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Smart Aviation membeli pesawat legendaris Pilatus PC-6 Porter untuk membantu pemerintah Indonesia dalam menghubungkan daerah-daerah terpencil di Tanah Air.

Bentuk negara kepulauan dengan kondisi geografis yang sangat beragam merupakan kekayaan sekaligus tantangan untuk Indonesia. Tantangannya, masih banyak daerah-daerah terpencil yang sulit untuk dijangkau. Hal tersebut yang menginspirasi Smart Aviation membeli pesawat tersebut.

"Pilatus PC-6  Porter merupakan pesawat legendaris yang bisa mendarat di landasan yang lebih pendek daripada pesawat Cessna Caravan. Tentunya ini akan menjadi harapan kami terhadap pemerataan pembangunan di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Itu yang kemudian mendasari kami untuk membeli lima pesawat legendaris itu dari Swiss untuk membantu upaya pemerintah menghubungkan daerah-daerah terpencil di Tanah Air," ungkap Executive Staff of BOD Smart Aviation, Lerry Janurengers dalam keterangan persnya, Senin (6/12/2021).

Ditambahkan Lerry, untuk menjangkau daerah terluar dan terpencil di Indonesia, diperlukan pesawat-pesawat perintis yang tangguh dan pembelian lima pesawat ini merupakan cara yang efektif. Pilatus PC-6 Porter dikenal ketangguhannya di medan berat, seperti landasan pacu tanah, takeoff dan mendarat di landasan yang pendek, serta bisa mendarat di berbagai jenis permukaan. Selain memiliki kemampuan Short Take Off and Landing (STOL), Pilatus PC-6 juga bisa terbang dengan kecepatan rendah.

ADVERTISEMENT

"Dengan kemampuan demikian, Pilatus akan mampu mendarat dan lepas landas di landasan pacu Papua yang ekstrem. Karena itu, bertambahnya armada Pilatus diharapkan menjadi salah satu jalan keluar untuk membantu menyejahterakan masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah pedalaman yang memiliki keterbatasan akses transportasi," lanjutnya.

Lerry menyatakan saat ini baru dua pesawat tipe Pilatus PC-6 Porter yang datang dan memperkuat armada Smart Aviation. Masih ada tiga pesawat dalam proses produksi di pabrik Pilatus di Switzerland, menyusul dua armada yang sudah beroperasi di Indonesia. Ketiga pesawat tersebut direncanakan akan sampai di Indonesia pada tahun 2022.

"Kami juga berharap pemerintah bisa mengembangkan area penerbangan perintis agar daerah-daerah yang belum terlayani bisa terlayani juga, serta membuat masyarakat semakin mudah dan sejahtera," tandasnya.

Pilatus PC-6 Porter merupakan sebuah pesawat sipil sayap tinggi (high wing) yang dibangun oleh Pilatus Aircraft dari Swiss. Dengan kemampuan yang ada, Pilatus Porter memang dirancang untuk berbagai keperluan. Pilatus PC-6 Porter pertama kali diproduksi sejak 1959, produksinya pun tak banyak. Situs resmi Pilatus menyebut produksi PC-6 Porter hanya 10 pesawat per tahun. PC-6 juga menjadi salah satu pesawat yang paling lama diproduksi Pilatus.

Salah satu pencapaian Pilatus PC-6 Porter adalah mengangkut kargo dan penumpang dengan kapasitas maksimum di ketinggian 5.700 meter di atas permukaan laut. Pilatus mengklaim rekor itu belum bisa diungguli sampai sekarang.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon